LINGKARPENA.ID | Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan potret perjuangan warga Kampung Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, saat membawa seorang pasien menuju rumah sakit dengan cara ditandu menggunakan kain sarung. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (25/4/2026) dan langsung memantik perhatian publik.
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak beberapa warga berjalan perlahan menyusuri jalan yang rusak. Mereka bergantian memikul tandu sederhana dari sarung, berusaha menjaga keseimbangan. Di ujung jalan sudah menanti ambulan desa yang terpaksa harus menungguinya. Ambulan tersebut tertahan karena rusaknya kondisi jalan.
Suara dalam video tersebut juga menyampaikan harapan dan keluhan warga kepada pemerintah.
“Saya selaku warga Desa Tanjungsari bade nyuhunkan perhatian kanggo Gubernur Jawa Barat, Bapak KDM atau Bapak Aing, juga kepada Bapak Bupati Sukabumi, Bapak Asep Jafar. Ini ruas jalan kabupaten, penghubung Desa Tanjungsari dengan Desa Bojongtipar,” ujar perekam video.
Kondisi jalan yang rusak tersebut digambarkan bukan sekadar retak atau berlubang biasa. Di beberapa titik, badan jalan tampak tergerus, menyisakan jalur sempit yang sulit dilalui kendaraan roda dua apalagi roda empat. Saat hujan turun, permukaan jalan berubah menjadi lumpur tebal yang licin, membuat aktivitas warga menjadi terhambat.
Bagi masyarakat setempat, jalan itu bukan hanya penghubung antar desa, tetapi juga menjadi jalur vital menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pusat ekonomi. Ketika akses tersebut terganggu, dampaknya terasa langsung, terutama dalam situasi darurat seperti yang terekam dalam video.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa di tengah perkembangan pembangunan, masih ada wilayah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Harapan warga pun sederhana—akses jalan yang layak, agar perjalanan menuju layanan kesehatan tidak lagi menjadi perjuangan yang penuh risiko.






