Ribuan RT dan RW di Kota Sukabumi Kembali Gelar Aksi, Desak Wali Kota Penuhi Janji

Ribuan massa yang tergabung di forum RT/RW kembali turun ke jalan menggelar aksi di depan Balai Kota Sukabumi, Selasa (2/6).[foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Ribuan pengurus RT dan RW dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi memadati kawasan Balai Kota Sukabumi, Selasa (2/6/2026). Mereka yang tergabung dalam Forum Ketua RT/RW se-Kota Sukabumi menggelar aksi penyampaian aspirasi sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan dan pernyataan yang dinilai merugikan para pengurus lingkungan rukun tetangga tersebut.

 

Aksi yang dikenal dengan sebutan “Aksi 2 Juni 2026” tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Sejak pagi hari, massa berkumpul membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan kepada Pemerintah Kota Sukabumi.

 

Koordinator aksi, Mauly Fahlevi Prawira atau yang akrab disapa Levi, mengatakan bahwa para ketua RT dan RW merasa perlu menyampaikan aspirasi secara langsung setelah muncul berbagai persoalan yang dinilai belum mendapatkan respons memadai dari pemerintah daerah.

Baca juga:  Viral di Facebook, Kondisi Pasar Surade Dikeluhkan Warga: Jalan Rusak, Becek dan Sampah Berserakan

 

“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat di tingkat kewilayahan. Harapan kami, pemerintah dapat mendengarkan dan memberikan penjelasan secara terbuka terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian para pengurus RT dan RW,” ujarnya.

 

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan dua tuntutan utama. Pertama, meminta Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait pernyataan yang dianggap menyinggung keberadaan dan peran RT/RW. Kedua, menagih realisasi sejumlah komitmen yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat, termasuk terkait program dana abadi yang hingga kini dinilai belum terealisasi.

Baca juga:  TKW Asal Kota Sukabumi Derita Penyakit Kronis di China, Pihak Kluarga Minta Bantuan KDM

 

Dari atas kendaraan komando, sejumlah orator bergantian menyampaikan pandangan dan kritik terhadap jalannya pemerintahan saat ini. Mereka menilai pengurus RT dan RW memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sehingga keberadaannya harus dihargai dan dilibatkan dalam setiap kebijakan yang menyentuh warga.

 

“RT dan RW merupakan garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu kami meminta penghormatan terhadap peran dan kontribusi yang selama ini diberikan,” kata salah seorang orator dalam aksi tersebut.

Baca juga:  Desa Kebonpedes Salurkan DD Untuk Pemberdayaan Masyarakat Program Ketahanan Pangan.

 

Panitia aksi menyebut seluruh tahapan kegiatan telah dilakukan sesuai ketentuan, termasuk menyampaikan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian sebelum pelaksanaan unjuk rasa.

 

Hingga siang hari, massa masih bertahan di depan Balai Kota Sukabumi sambil menunggu tanggapan dari pemerintah daerah. Para peserta berharap Wali Kota Sukabumi dapat menemui mereka secara langsung untuk memberikan penjelasan atas berbagai tuntutan yang disampaikan.

Pos terkait