Rumah di Sagaranten Ludes Dilalap Api, Damkar Berjibaku Padamkan Api dari Sumber Air Sungai

Tim pemadam kebakaran Ppos Sagaranten, saat memadamkan api yang membakar rumah warga pada Senin (8/6) dengan menggunakan air sungai.[dok.damkar]

LINGKARPENA.ID | Kepulan asap pekat membumbung tinggi di atas Kampung Rancawiru, RT 009/003, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Senin (8/6/2026) sore. Sebuah rumah semi permanen milik Heri (33) hangus dilalap si jago merah dalam peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik.

 

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 15.30 WIB. Warga yang melihat kobaran api segera berupaya melakukan penanganan awal sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.

 

Mendapat laporan dari warga bernama Ricky pada pukul 15.47 WIB, personel Pos IX Sektor Sagaranten langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Satu unit mobil pemadam dengan lima personel diterjunkan untuk mengendalikan api yang terus membesar.

Baca juga:  Angin Kencang Terjang Dua Desa di Jampangtengah, Pohon Tumbang dan Puluhan Rumah Rusak

 

Meski harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer dari posko menuju tempat kejadian kebakaran (TKK), petugas berhasil tiba dan memulai proses pemadaman pada pukul 16.10 WIB. Sumber air diambil dari sungai terdekat untuk mendukung operasi pemadaman.

 

Rumah berukuran sekitar 4 x 15 meter yang berdiri di atas lahan seluas 200 meter persegi itu tidak dapat diselamatkan. Seluruh bangunan terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Penghuni rumah, yang terdiri dari satu kepala keluarga dengan empat jiwa, berhasil menyelamatkan diri.

 

Baca juga:  Mesjid dan 6 Rumah Warga di Sagaranten Sukabumi, Terendam Banjir

Komandan Regu Pos IX Sektor Sagaranten, Yusup, saat dikonfirmasi lingkarpena. id mengatakan bahwa petugas fokus melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

 

“Setibanya di lokasi, api sudah membesar dan menguasai hampir seluruh bangunan. Kami segera melakukan penyemprotan dengan memanfaatkan sumber air dari sungai terdekat. Alhamdulillah dalam waktu sekitar 36 menit api berhasil dipadamkan dan tidak merambat ke rumah-rumah warga lainnya,” ujar Yusup.

 

Menurutnya, kondisi medan dan keterbatasan sumber air tidak mengurangi semangat petugas dalam melakukan penanganan. Berkat kerja sama antara petugas dan masyarakat, kebakaran berhasil ditangani hingga tuntas.

Baca juga:  Rugi Ratusan Juta, Rumah di Cikembar Tinggal Puing

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing. Lakukan pemeriksaan secara berkala dan hindari penggunaan sambungan listrik yang tidak sesuai standar untuk mencegah terjadinya kebakaran,” tambahnya.

 

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.46 WIB. Seluruh personel dan kendaraan pemadam dilaporkan dalam kondisi baik dan selamat setelah menjalankan tugas.

 

Hingga saat ini, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan dan perhitungan oleh pihak terkait. Sementara itu, bangunan-bangunan di sekitar lokasi kejadian dipastikan aman dan tidak terdampak oleh kobaran api. (adv).

Pos terkait