LINGKARPENA.ID | Di bawah langit cerah Kamis pagi, suasana khidmat menyelimuti halaman Masjid Besar Al-Jalil Surade, Kabupaten Sukabumi. Usai mengikuti pengajian aparatur, Camat Surade U. Suryana bersama para donatur, pengurus DKM, tokoh masyarakat, dan sejumlah kepala sekolah berkumpul untuk menyaksikan dimulainya pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang akan melengkapi masjid kebanggaan warga Surade tersebut.
Momentum itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan MCK Masjid Besar Al-Jalil pada Kamis (11/6/2026). Fasilitas penunjang ibadah tersebut dibangun dengan dukungan para donatur dan sumbangan jamaah, dengan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 600 juta serta waktu pelaksanaan selama 60 hari kerja.
Di hadapan para hadirin, Camat Surade U. Suryana menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan yang dinilai sangat penting untuk menunjang kenyamanan jamaah.
“Hari ini saya bersama beberapa donatur tetap Al-Jalil, pengurus DKM, tokoh masyarakat, dan para kepala sekolah melaksanakan peletakan batu pertama untuk MCK Masjid Besar Al-Jalil. Harapannya mudah-mudahan dengan dibangunnya MCK ini, yang insyaallah dikerjakan oleh tenaga ahli dan insinyur, hasilnya akan seimbang dengan kemegahan masjid yang kita banggakan ini,” ujarnya.
Menurut U. Suryana, pembangunan MCK merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan ibadah di Masjid Besar Al-Jalil. Sebab, fasilitas bersuci yang bersih, nyaman, dan representatif menjadi kebutuhan mendasar bagi para jamaah.
“Harapan ke depan, dengan dibangunnya MCK ini akan lebih mendukung kegiatan ibadah, terutama untuk bersuci. Sesuai amanat para sesepuh dan tokoh masyarakat, fasilitas ini harus bersih, asri, nyaman, dan suci sehingga jamaah bisa beribadah dengan lebih khusyuk,” katanya.
Ia mengungkapkan, sebagian dana pembangunan berasal dari para donatur yang secara sukarela menyisihkan rezekinya demi kemaslahatan umat. Salah satu donatur bahkan telah memberikan kontribusi sebesar Rp100 juta untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
“Anggaran pembangunan diperkirakan sekitar Rp 600 juta. Alhamdulillah, salah satu donatur telah menyumbangkan Rp100 juta. Untuk kekurangannya, tentu akan terus kita upayakan dari berbagai sumber dan partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, Camat Surade mengajak seluruh warga, baik yang berada di Kecamatan Surade maupun yang merantau ke berbagai daerah dan luar negeri, untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan rumah ibadah tersebut.
“Wabil khusus warga Surade yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri, mari kita beramai-ramai berinfak, menabung untuk akhirat kita. Siapapun yang ikut membangun fasilitas ini, insyaallah akan mendapatkan pahala dari setiap jamaah yang berwudu dan bersuci di tempat ini,” tuturnya.
Masjid Besar Al-Jalil sendiri berdiri megah di jantung Kota Kecamatan Surade. Bangunan yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu kini menjadi salah satu ikon religius masyarakat setempat.
Pembangunan masjid tersebut tidak lepas dari semangat kolektif masyarakat yang tergabung dalam program Gerbang Surga (Gerakan Pembangunan Surade Gaul). Untuk sektor keagamaan, gerakan ini diwujudkan melalui program Gerbang Nyi Mas Agung (Gerakan Pembangunan Surade Gaul Nyieun Masjid Agung) yang digagas untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Masjid Besar Al-Jalil.
Program yang diinisiasi Camat Surade tersebut berangkat dari semangat gotong royong warga dalam mewujudkan masjid yang representatif. Masjid Al-Jalil sendiri berdiri di atas tanah wakaf keluarga besar tokoh masyarakat Surade, Abdul Al-Jalil.
Dengan dukungan Surat Keputusan Camat Surade dan partisipasi aktif masyarakat, gerakan ini berhasil menghimpun dana hingga miliaran rupiah untuk mendukung proses rehabilitasi total masjid, termasuk pembangunan kubah yang kini menjadikan Al-Jalil sebagai salah satu landmark religius di wilayah Surade.
Kini, setelah bangunan utama berdiri megah, pembangunan MCK menjadi langkah lanjutan untuk menyempurnakan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat. Batu pertama yang diletakkan hari ini bukan sekadar awal pembangunan fisik, tetapi juga simbol kuatnya kebersamaan warga Surade dalam merawat rumah Allah yang dibangun dengan semangat gotong royong dan keikhlasan.






