Oleh : Aam Abdul Salam, Presidium MD Korp Alumni HMI (KAHMI) Sukabumi, Wanhat PWI Kab.Sukabumi dan Wanhat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya
SUKABUMI – Musyawarah Daerah (Musda) XII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan. Momentum ini adalah ruang refleksi spiritual terdalam untuk menghitung langkah, mengevaluasi peran, dan memperkokoh khidmah (pelayanan) kepada umat. Di tengah derasnya arus modernisasi, Musda XII menjadi titik tolak penting untuk mengembalikan marwah keulamaan sebagai pelopor sekaligus inspirator kebaikan.
Ulama adalah pewaris para nabi (warasatul anbiya). Tugasnya tidak hanya menyampaikan hukum, tetapi juga merangkul semua lapisan masyarakat. Lewat Musda ini, MUI Kabupaten Sukabumi harus berkomitmen mempertajam perannya dalam membina dan memajukan umat, sekaligus menjadi perekat sosial yang membangun sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius, maju, dan inovatif.
Menjemput Keberkahan Melalui Visi Mubarakah
Sinergi antara ulama (umara) dan pemerintah (umara) adalah kunci utama pembangunan yang berkeadilan. MUI Kabupaten Sukabumi memandang pembangunan daerah tidak boleh lepas dari nilai-nilai ketuhanan. Oleh karena itu, momentum Musda XII ini diarahkan untuk mengoptimalkan kolaborasi dalam mendukung Visi Mubarakah—visi mulia yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi.
Visi Mubarakah adalah ikhtiar bumi untuk menjemput berkah langit. Ketika ulama aktif menginspirasi masyarakat dan pemerintah memfasilitasi program keumatan, maka keberkahan akan turun bagi seluruh warga Kabupaten Sukabumi.
Menggerakkan Benteng Pertahanan Umat: Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam
Pendekatan spiritual MUI tidak akan membumi tanpa adanya peran aktif dari lembaga keagamaan, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan Islam. Musda XII ini mendorong optimalisasi peran institusi-institusi tersebut sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual masyarakat.
MUI mendorong lembaga-lembaga ini untuk bergerak lebih progresif dalam tiga hal utama:
1. Memberikan Pencerahan: Menjadi sumber ilmu yang menjernihkan pikiran umat dari radikalisme dan dekadensi moral.
2. Membangun Optimisme: Membimbing umat agar tetap teguh menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan harapan pada rahmat Allah.
3. Pemberdayaan dan Kemandirian: Melahirkan santri dan generasi muda Islam yang mandiri secara ekonomi dan kuat secara spiritual.
Melalui langkah nyata ini, MUI Kabupaten Sukabumi berharap umat Islam tidak hanya menjadi objek dakwah, melainkan subjek perubahan yang berdaya, mandiri, dan berkontribusi langsung bagi kemajuan daerah.
Semoga Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi melahirkan kemaslahatan yang luas dan membawa keberkahan yang berkelanjutan untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi.






