Wisatawan Asal Bogor Ditemukan Meninggal di Muara Cipanarikan Sukabumi, 1 Korban dalam Pencarian

Tim SAR gabungan berhasil menemukan 1 dari 2 wisatawan asal Bogor di Muara Cipanarikan, Selatan Sukabumi dengan kondisi meninggal dunia pada Sabtu (20/6). Satu korban lainnya masih dalam pencarian.[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Deru ombak yang sejak Jumat sore menjadi saksi operasi pencarian di Muara Sungai Pasir Putih Cipanarikan, kawasan konservasi Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, akhirnya mengantarkan kabar duka. Setelah pencarian tanpa henti oleh tim SAR gabungan, jasad seorang wisatawan yang dilaporkan tenggelam berhasil ditemukan pada Sabtu (20/6/2026) pagi.

 

Korban diketahui bernama Ahmad Efendi (36), warga Villa Bogor Indah, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Sebelumnya, ia dilaporkan terseret arus saat berenang bersama putranya, Tobi Efendi (12), di kawasan muara yang dikenal memiliki arus kuat dan berubah-ubah.

 

Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Pos AL) Ujunggenteng, Lettu Laut (P) Andri Kurniawan, mengatakan jasad Ahmad ditemukan sekitar pukul 08.40 WIB oleh tim SAR gabungan. Lokasi penemuan berada sekitar 200 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Baca juga:  Rizal Suswandi, Korban Laka Laut Pantai Cisolok Belum Ditemukan

 

“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 08.40 WIB dengan jarak kurang lebih 200 meter dari lokasi awal kejadian. Setelah ditemukan, tim SAR gabungan langsung mengevakuasi korban menuju Pantai Cibuaya untuk proses penanganan lebih lanjut,” ujar Lettu Laut (P) Andri Kurniawan.

 

Ia menjelaskan, sejak laporan diterima, unsur gabungan bergerak melakukan pencarian dengan menyisir area muara hingga pesisir pantai menggunakan berbagai metode pencarian.

 

Baca juga:  Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Selatan Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Operasi tersebut melibatkan personel Pos AL Ujunggenteng, Basarnas, BPBD/P2BK Kecamatan Ciracap, Polsek Ciracap, Satpol PP Kecamatan Ciracap, relawan, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.

 

Suasana haru pecah di Pantai Cibuaya ketika perahu yang membawa jasad korban merapat ke bibir pantai. Tangis keluarga yang sejak pagi menunggu dengan penuh harap tak terbendung saat memastikan orang yang mereka nantikan telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

 

Meski satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum berakhir. Hingga Sabtu siang, tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari Tobi Efendi (12), putra Ahmad, yang hingga kini belum ditemukan.

Baca juga:  Banjir dan Longsor di Cisolok Sukabumi, Kantor Dinas Pertanian Kebanjiran

 

“Pencarian terhadap satu korban lainnya masih kami lanjutkan dengan menyisir kawasan muara dan sepanjang pesisir pantai. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” kata Andri.

 

Pihak Pos AL Ujunggenteng juga mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di sekitar muara sungai yang memiliki karakter arus sangat dinamis dan berpotensi membahayakan keselamatan.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keindahan pantai selatan Sukabumi menyimpan potensi bahaya yang tidak boleh dianggap remeh. Kewaspadaan, kepatuhan terhadap imbauan petugas, serta menghindari berenang di area berarus kuat menjadi langkah penting untuk mencegah tragedi serupa terulang.

Pos terkait