Dua Daerah Irigas di Cikembar Tuntas, Siap Beroprasi

Pihak PSDA saat melakukan peninjauan sejumlah lokasi pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) di wilayah Kecamatan Cikembar.[dok.ist/lp]

LINGKARPENA.ID |  Upaya peningkatan infrastruktur pertanian di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan hasil nyata. Dua Daerah Irigasi (DI) di Kecamatan Cikembar berhasil diselesaikan. Sementara 60 titik pekerjaan irigasi lainnya untuk tahun 2026 telah memasuki tahap lelang.

 

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriyadi, menyampaikan progres tersebut sebagai langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Sukabumi.

Baca juga:  Bupati Marwan Buka Sosialisasi P3A Mitra Cai

 

“Alhamdulillah, tahapan lelangnya sudah selesai. Saat ini tinggal menunggu pelaksanaan konstruksi,” ungkap Yadi.

 

Contoh, seperti (DI) darrah irigasi Cibojong 100 persen Rampung, DI Cibatu 95 persen. Dari puluhan titik tersebut, dua Daerah Irigasi di wilayah Cikembar menjadi sorotan karena progresnya yang cukup signifikan.

 

“Daerah Irigasi Cibojong yang berlokasi di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, telah rampung 100 persen. Artinya saluran irigasi ini sudah dapat difungsikan penuh untuk mengaliri sawah warga,” jelasnya.

Baca juga:  Tawarkan Produk Kader, Pemuda Tani Datangi Perum Bulog

 

Sementara Daerah Irigasi Cibatu, Kecamatan Cikembar, kini telah mencapai 95 persen. Pengerjaanya tinggal sedikit dan memasuki tahap finishing. Tentunya pembangunan DI ini agar air dapat mengalir optimal ke lahan pertanian.

 

“Yang sudah mencapai 100 persen pembangunannya adalah DI Cibojong Desa Bojong. Sedangkan DI Cibatu, sudah di angka 95 persen. Ya, tinggal sedikit lagi tuntas,” jelas Yadi.

Baca juga:  Karya Bakti Kodim 0607 Kota Sukabumi dan Kementan RI, Pulihkan Saluran Irigasi di Desa Cimanggu

 

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan seluruh pengerjaan irigasi yang dilelang tahun 2026 dapat segera dikerjakan. “Harapannya, aliran air yang lancar akan meningkatkan produktivitas padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

Pos terkait