Hijaukan Hulu, Selamatkan Cikaso: Umbara Cikaso Bergerak Restorasi DAS Demi Masa Depan

Komunitas Umbara Cikaso, dengan berbagai pihak saat melakukan aksi nyata peduli alam hulu Cikaso melakukan penanaman pohon, Sabtu (27/6).[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Di tengah semakin menurunnya kualitas lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaso, secercah harapan tumbuh dari kawasan Leuweung Kabuyutan, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Di lokasi yang menjadi bagian penting hulu Sungai Cikaso itu, Komunitas Umbara Cikaso bersama berbagai pemangku kepentingan melakukan aksi nyata melalui penanaman pohon sebagai langkah awal merestorasi ekosistem DAS Cikaso.

 

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Anggota Komisi IV DPR RI, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, BPDAS Citarum-Ciliwung, Perhutani KPH Sukabumi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Lengkong. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu ( 27/6/2026 ).

 

Aksi penghijauan ini merupakan bagian dari program restorasi DAS Cikaso yang disusun secara bertahap, dimulai dari kawasan hulu, kemudian berlanjut ke wilayah tengah hingga hilir.

Baca juga:  Peringati Hari Otda dan Hari Bumi, PMI Bareng Komunitas Sepatu Ceko Hijaukan Lingkar Utara Sukabumi

 

Founder Umbara Cikaso, Ali Wahyudin, mengatakan, gerakan tersebut lahir dari kepedulian generasi muda dan masyarakat terhadap kondisi DAS Cikaso yang kini mengalami degradasi ekologis cukup serius.

 

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian generasi muda dan masyarakat yang hidup di sekitar DAS Cikaso. Hari ini kondisi Cikaso sudah mengalami degradasi ekologis yang cukup mengkhawatirkan. Hampir 70 persen lahannya berada dalam kondisi kritis. Karena itu kami memulai dari hulu dengan harapan kawasan ini dapat dikembangkan menjadi hutan pendidikan atau arboretum yang bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujar Ali.

 

Menurutnya, kerusakan kawasan hulu berdampak langsung terhadap keseimbangan alam. Saat musim kemarau, debit Sungai Cikaso terus mengalami penyusutan, sementara ketika musim hujan kawasan tersebut justru semakin rentan dilanda banjir dan longsor.

Baca juga:  Peringati HSP ke 96, DPK KNPI Pabuaran Sukabumi Tanam Pohon di DAS Cikaso

 

Ali juga menyoroti menurunnya kualitas air Sungai Cikaso yang kini tampak semakin keruh akibat aktivitas penambangan liar yang menggunakan alat-alat berat dan mesin modern.

 

“Dulu masyarakat menambang masih menggunakan alat sederhana, tetapi sekarang banyak yang memakai mesin sehingga dampaknya jauh lebih besar terhadap kualitas air dan lingkungan. Padahal Sungai Cikaso merupakan sumber air baku yang sangat penting, baik untuk kebutuhan masyarakat, pertanian, maupun dunia usaha, terutama saat musim kemarau,” katanya.

 

Sebagai bentuk pengawasan berkelanjutan, Umbara Cikaso berencana membentuk program Patroli Sungai yang akan dilaksanakan secara rutin setiap satu hingga tiga bulan sekali. Program tersebut diharapkan mampu memantau kondisi sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga:  Viral, Bocah Tangguh Penjual Es Mambo Sukabumi dan Kehidupannya, Kodim 0607 Gerak Cepat

 

Ali menegaskan, upaya penyelamatan DAS Cikaso tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat agar restorasi sungai dapat berjalan secara berkesinambungan.

 

“Kami berharap seluruh stakeholder yang memiliki kepentingan terhadap DAS Cikaso dapat bergandengan tangan. Menyelamatkan sungai bukan hanya menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga memastikan anak cucu kita masih memiliki sumber kehidupan di masa depan,” pungkasnya.

 

Aksi penanaman pohon di Leuweung Kabuyutan menjadi simbol bahwa memulihkan alam membutuhkan kerja bersama dan komitmen jangka panjang. Dari hulu Sungai Cikaso, harapan untuk menghadirkan kembali sungai yang bersih, lestari, dan menjadi penyangga kehidupan masyarakat perlahan mulai ditanam bersama.

Pos terkait