LINGKARPENA.ID | Suasana di Jalan Raya Selabintana, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, mendadak panik pada Kamis (20/8/2026) malam. Sebuah Jeep Taft diduga bergerak sendiri saat ditinggalkan pemiliknya, hingga menabrak gerobak martabak, sepeda motor, pagar rumah, serta sejumlah orang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.45 WIB di Jalan Raya Selabintana Nomor 165. Jeep Taft bernomor polisi F-1*44-DC diketahui sebelumnya diparkir oleh pemiliknya, AB (47), seorang pekerja swasta.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Indra Lesmana, mengatakan kendaraan tersebut diparkir dalam kondisi jalan sedikit menurun. Pemilik kendaraan kemudian meninggalkan mobil untuk melaksanakan salat di masjid.
“Diduga saat kendaraan diparkir, rem tangan tidak diaktifkan. Karena kondisi jalan sedikit menurun, kendaraan kemudian bergerak mundur tanpa dikemudikan,” ujar Ipda Indra Lesmana kepada lingkarpena. id, Kamis ( 20/8/2026 ).
Jeep Taft tersebut kemudian melaju mundur dan menabrak gerobak martabak yang berada di sisi jalan. Beberapa orang yang berada di sekitar gerobak turut menjadi korban.
Setelah menghantam gerobak, kendaraan tersebut kembali bergerak dan menabrak sepeda motor Honda Scoopy F-2*89-SAD yang sedang terparkir. Kendaraan kemudian terus melaju hingga menghantam pagar rumah warga.
“Setelah menabrak gerobak, kendaraan juga menabrak sepeda motor yang sedang diparkir, kemudian mengenai pagar rumah warga dan pembeli martabak,” jelasnya.
Dalam kejadian tersebut, sejumlah orang mengalami luka-luka. Mereka yakni penjual martabak HR (48), istrinya VA (42), pembeli martabak ASH (28), serta AN (23) yang berada di sekitar sepeda motor.
Para korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan pada Jeep Taft, sepeda motor Honda Scoopy, gerobak martabak dan pagar rumah warga.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota langsung melakukan penanganan dan pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi juga mendata korban serta mengumpulkan keterangan terkait kecelakaan tersebut.
Ipda Indra mengingatkan para pemilik kendaraan agar tidak mengabaikan aspek keselamatan ketika memarkir kendaraan, terlebih di lokasi yang memiliki kontur jalan menurun.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan kendaraan benar-benar aman sebelum ditinggalkan. Pastikan rem tangan aktif dan posisi kendaraan tidak memungkinkan bergerak sendiri,” pungkasnya.






