Achmad Fahmi Pimpin Langsung Upacara Peringatan HUT RI Ke-77, Dilapang Merdeka Kota Sukabumi

Pengibaran Bendera Merah Putih, Dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77, Oleh Pelajar Paskibraka, di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Rabu (17/08/2022). Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi Pimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) Ke-77 tingkat Kota Sukabumi tahun 2022, yang dipimpin secara laksanakan di Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, Rabu (17/08/2022).

Dalam upacara 17 Agustus 2022, bertindak selaku Inspektur upacara, AKP Arif Maulana, Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih (Paskibraka) Pelajar SMKN, turut hadir dalam upacara Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi serta diikuti oleh ratusan pelajar, Veteran, KNPI dan Organisasi Kepemudaan.

Baca juga:  Pembangunan Desa Wanasari Tahun 2025 Fokus pada Infrastruktur dan Pemberdayaan Ekonomi

Dalam pidatonya Achmad Fahmi berpesan Indonesia menyatakan diri sebagai sebuah negara merdeka merdeka dari segala penjajahan kolonialisme yang telah beratus tahun perjuangan untuk meraih kemerdekaan sangat berat dan harus bersatu jiwa dan raga.

“Pahlawan yang gugur ketika berusaha memperjuangkan kemerdekaan para pahlawan yang telah berjuang dengan penuh semangat dan waspada, bumi pertiwi ini memiliki peringatan kemerdekaan ini tentunya menjadi refleksi untuk kita semua. Apakah Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 tahun secara fisik kita memang sudah merdeka dan diakui sebagai sebuah negara yang berdaulat,” kata Fahmi dalam pidatonya.

Baca juga:  Pelajar Terkena Sabetan Celurit di Kota Sukabumi

Dengan begitu sambung dia, dapat di pahami terkait penjajahan di era digital sekarang ini yakni menjadi penjajahan yang lebih mengarah kepada kesehatan mental itu. Oleh karena globalisasi membuat segala hal cepat berubah tanpa disangka-sangka.

“Hal ini mengancam kedaulatan, negara terancam perang senjata tetapi ide gagasan dan berita Hoax merajalela di media sosial sehingga merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam pertemanan yang tadinya hanya karena seseorang menjadi senjata andalan dalam rangka kerusakan,” singkatnya.

Baca juga:  Menyoal Jalan Rusak di Kota Sukabumi, DPUTR Segera Perbaiki

Lanjut Fahmi, dulu Soekarno pernah berpesan perjuangan kami lebih mudah karena mengusir penjajah tapi perjuangan kalian akan lebih sulit karena akan melawan bangsamu sendiri. Hal itu terbukti dan benar adanya kini terlihat perpecahan dari berbagai sudut kehidupan terlebih dari media sosial yang sulit terkendali namun perlu diingat sebagai bangsa Indonesia selama ini sudah terbukti dan mampu mengatasi bermacam masalah.

“Kita harus membuktikan tidak akan menghancurkan bangsa Indonesia kita, justru akan menguatkan untuk saling mendukung maju bersama-sama,” pungkasnya.

Pos terkait