Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami melaksanakan vaksinasi kedua di Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak, Rabu (17/03/2021).

Antusiasme Masyarakat Sukabumi Tinggi untuk Divaksin

KABUPATEN SUKABUMI

Lingkarpena.id, Sukabumi – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dimulai pada 13 Januari 2021 lalu, dengan vaksinasi pertama dilakukan pada Presiden RI Joko Widodo, terus bergulir sampai dengan hari ini. Diawal pelaksanaannya program tersebut kurang diminati masyarakat dengan berbagai alasan.

Berkat kerja keras pemerintah akhirnya keragu-raguan masyarakat akan vaksin perlahan turun. Kabar vaksin tidak aman, tidak halal dan lain sebagainya hilang seiring dengan banyaknya tokoh masyarakat yang menjadi brand ambassador mengajak masyarakat untuk divaksin.

Baca juga:  Kota Sukabumi Terima 6.000 Vaksin Sinovac, Ini Kata Fahmi!

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Limbangan, Solihin kepada wartawan Kamis (18/03/2021). “Antusiasme masyarakat Kabupaten Sukabumi sekarang tinggi untuk divaksin.” terangnya. Ia menambahkan para petugas sampai kewalahan melayani jadwal vaksinasi yang diedarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Poskab Sapu Jagat Siap Menjadi Pemersatu Ormas OKP LSM 

Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Sukabumi belum semua terealisasi, luas wilayah yang besar menjadi kendala faktor utama. “Kita tidak bisa melaksanakan vaksinasi di sentralilasi seperti yang dilakukan oleh Kota Sukabumi, mengingat Luas Kabupaten Sukabumi saat ini 4.162 km2 atau 11,21 % dari luas Jawa Barat atau 3,01 % dari luas seluruh pulau Jawa.” Solihin menambahkan.

Kendala tersebut diakui juga oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam Instagram pribadinya menyebutkan bahwa Jawa Barat butuh puluhan gedung besar dan butuh EO untuk menjadi panitia penyelenggaraan vaksinasi massal agar target cepat tercapai.

Baca juga:  Polsek Kebonpedes Gelar Operasi Yustisi Gabungan, 12 Terjaring dan Vaksin Ditempat

Baca juga:  Ratusan Personel Kodim 0607/Kota Sukabumi Kawal Vaksinasi

Sementara itu Kepala KPM Sukaraja, Hardy Subarmin mengatakan bahwa vaksin itu memiliki kadaluarsa, maka pemberiannya harus disegerakan. Setelah disuntik dosis pertama, 14 hari kemudian ada pemberian dosis kedua untuk mengoptimalkan ketahanan tubuh terhadap Covid-19.

“Dosis pertama vaksin bekerja sebesar 65% dan ketika kita menerima dosis kedua, vaksin bekerja sebesar 95% melindungi kita dari virus tersebut.” ujar dokter gigi yang juga magister kesehatan masyarakat itu.

Baca juga:  Dewan Kecewa Banyak yang Absen di RDP Aparat Desa Vs Guru

Dalam pelaksanaan vaksinasi untuk PWI dan Dharma Wanita Persatuan yang akan dilaksanakan Sabtu (18/03/2021), Ia menyarankan sebelum divaksin agar sarapan dahulu dan sebelumnya istirahat yang cukup, agar kondisi badan fit ketika akan di suntik vaksin.

 

Redaktur:  Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan