Kapolres didampingi Kasat saat menggelar dugaan pungli di kawasan wisata Palabuhanratu dan Cikakak Sukabumi. | Foto: Istimewa

Polisi Lidik Dugaan Pungli di Kawasan Wisata Alam Palabuhanratu Sukabumi dengan Dalih Restribusi

HUKUM & KRIMINAL KABUPATEN SUKABUMI WISATA

LINGKARPENA.ID – Satuan Reskrim Polres Sukabumi tanggapi keluhan masyarakat terkait dugaan kegiatan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata alam yang berlokasi di wilayah Palabuhanratu dan Cikakak Kabupaten Sukabumi.

Hal ini diungkapkan Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah kepada awak media dalam kegiatan konferensi pers yang digelar di Mapolres Sukabumi, Senin (10/01/2022).

Didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila, Kapolres Sukabumi mengatakan, terdapat ada dugaan kelebihan terhadap tarif pungutan karcis tersebut.

Baca juga:  Wakapolres dan Tokoh Agama Blusukan Bagikan Sembako Kepada Warga Terdampak PPKM Darurat

“Berdasarkan perda Nomor 12 tahun 2014, untuk roda dua (motor) Rp.5000 dan roda empat Rp.10.000. Namun dalam karcis itu tertera Rp.750.000 dan Rp.15.000,” ujar Dedy kepada awak media.

Dedy menyatakan, pihaknya masih mendalami kegiatan pungutan tersebut. Menurutnya kegiatan itu perintah dari atas atau hanya akal-akalan oknum saja. Karena yang menarik pungutan itu adalah mitra bukan orang kehutanan.

Baca juga:  Data Dinsos Penerima BST di Desa Buniwangi Amburadul

Mantan Kasubdit Harda Polda Banten menerangkan kegiatan dugaan pungli tersebut berada di lokasi TWA Pantai Sukawayana, TWA Pantai Katapang Condong dan TWA Pantai Istiqomah.

“Ini masih tahap lidik, kami masih melakukan pendalaman,” ujarnya lagi.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila yang mendamping Kapolres Sukabumi mengatakan, retribusi masuk kawasan wisata merupakan masuk dalam jenis penerimaan negara bukan pajak atau PNBP.

Baca juga:  Gagalkan Aksi Curanmor, Pemuda Duel dengan Maling di Parungkuda

“Sementara ini kita masih proses lidik, kami masih memeriksa antara jumlah karcis yang beredar dengan jumlah aktivitas sehari-hari di pantai. Jadi masih memerlukan tahapan secara ekstra hati-hati,” jelas Rizka.(***)

Tinggalkan Balasan