LINGKARPENA.ID | Seorang bayi perempuan yang baru berusia 1 setengah bulan di Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi Jawa Barat menderita Hidrosefalus (kelebihan cairan di dalam rongga otak). Bayi tersebut bernama Salsabila Afriandra lahir pada 27 Desember 2022 lalu di RS Jampangkulon Sukabumi.
Salsabila ini merupakan anak kedua dari sang Ibu Della Novita, warga Kampung Cigoong RT 06/02 Desa Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Saat ini kondisi Salsabila sangat mengkhawatirkan dengan kondisi kepala membesar.
Menurut Ibu anak Della Novita menjelaskan, berdasarkan keterangan dokter Salsabila tersebut mengidap diagnosa hidrosefalus saat dilahirkan di Rumah Sakit Jampangkulon.
“Kejadian ini bermula saat saya menjalani persalinan secara operasi sesar di Rumah Sakit Jampangkulon. Kata dokter, kandungan saya mengalami infeksi saat usia kandungan 8 bulan,” jelas Della Novita dalam keterangannya yang berhasil dihimpung Lingkarpena.id
Dijelaskan Della (ibu sang anak) saat Salsabila dilahirkan dengan kondisi berat 5 kilogram. Saat itu dokter pun dokter rumah sakit menyarankan agar anaknya (Salsabila) itu untuk segera di operasi ke dokter spesialis saraf.
“Saran dokter memang sudah ada untuk segera melakukan operasi kepada anak saya. Tapi kan kondisi dan ketidakmampuan perekonomian saya, maka kami hanya memilih pulang dan pasrah. Dokter RS juga sudah memberikan resep,” jelasnya.
Penyakit Hidrosefalus yang diderita Slsabila bukanlah penyakit yang biasa, untuk operasi dan pengobatan sangat membutuhkan biaya besar. Dan keluarga Adella tidak mampu untuk membeli obat apalagi untuk operasi.
“Anak saya hanya bisa berbaring dan kondisi kepalanya semakin hari semakin membesar,” imbuhnya.
Konsidi Salsabila si penderita hidrosefalus mendapatkan tanggapan dari beberapa kalangan yang peduli akan kondisinya. Kemudian hal itu juga sudah sampe kepada Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, sehingga langsung memberikan sinyal respon baik.
Plh Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni, langsung memberikan respon positif terkait bayi hidrosefalus di KecamatanTegalbuleud tersebut.
Menurut Jujun, pihaknya bersama aparat muspika Kecamatan Tegalbuleud langsung melakukan kunjungan ke rumah Salsabila untuk melakukan asessment setelah mendapatkan informasi terkait keberadaan anak tersebut.
“Kami sudah melakukan kontak dengan Kemensos cq Palamarta Cibadak untuk membuat langkah alternatif. Nanti pasienini kan kami rujuk ke rumah sakit anak di Jakarta, apabila RS Sagaranten dan Sekarwangi tidak sanggup menangani,” terangnya.
Lanjut Jujun, “Ya kami hari ini akan ke lokasi untuk mempersiapkan syarat administrasi dan alternatif rujukan penanganan bayi hidrosefalus ini,” tandasnya.






