Belasan Tahun di Timur Tengah, Mantan PMI Berhasil Produksi Tahu Pong Raup Jutaan Rupiah

LINGKARPENA.ID | Mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Desa Bojong Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, yang bekerja selama 17 tahun di Arab Saudi kini berhasil buka usaha tahu pong bisa juga disebut tahu sayur yang meraup jutaan rupiah.

Sosok Eti wanita 46 tahun yang bisa di jadikan inspirasi mengatakan pada wartawan Bekerja diluar negeri tidak selamanya bisa memberi kebahagiaan, hal itu yang di rasakan oleh saya mantan atau yang sering disebut Purna PMI.

Pengalaman saya menjadi PMI selama belasan tahun cukup untuk dijadikan pegangan hidup dan untuk mengubah kehidupan keluarga saya.

Baca juga:  Bupati Buka Bazar Culinary Ramadan 1444 H Dekranasda

Eti berbisnis yang ditekuni sekarang beserta suaminya membuat sebuah usaha di bidang pangan dengan memproduksi tahu sayur atau tahu pong, dengan berbekal tabungan hasil bekerja di Arab Saudi.

Saya sangat bersyukur kini sudah mendapatkan hasil yang maksimal, setelah delapan tahun berjalan, dapat menghidupi keluarga, dengan omset harian mencapai Rp. 2 juta. Bahkan tidak hanya tahu mentah, juga memproduksi tahu goreng, dengan bahan baku kacang kedelai rata- rata menghabiskan sebanyak 120 kilogram perhari.

Alhamdulillah berkat hasil kerja di luar negri beranikan diri bikin usaha memproduksi tahu sekaligus dibantu suami, karena setelah pulang saya gak mau kembali lagi kesana jadi saya coba merintis usaha ini.

Baca juga:  Menteri BUMN Ajak Perusahaan Swasta Atasi Masalah Minyak Goreng

Selain itu, Uci Suami Eti 56 Tahun Menuturkan usaha yang dibangun bersama istrinya sejak 2015 sempat menemui ujian, terlebih saat pandemi Covid-19 melanda.

“Pas Covid itu terus terang usaha kita mulai menurun karena bahan bakunya atau kacang kedelainya harga naik pesat, sementara daya beli masyarakat turun, jadi waktu covid itu saya lumayan jatuh lah istilahnya, tapi pelan- pelan setelah covid mulai reda dan harga bahan baku normal lagi saya terus mulai sampai sekarang Alhamdulillah sudah jalan delapan tahun.

Baca juga:  Jelang Ramadhan, Sejumlah Harga Bapokting Alami Kenaikan di Pasar Kota Sukabumi

“Alhamdulillah dari bisnis ini cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dengan omset kotor rata- rata itu di Rp. 2 juta perhari, jadikan selain dari tahu mentah kita juga bikin tahu gorengnya, Alhamdulillah perhari kita bisa abisin 120 kilogram kacang kedelai dan hasilnya jadi 1.200 tahu baik itu yang mentah dan yang goreng” tuturnya.

Untuk Pasaran dan menjual hasil produksi pada pasar-pasar terdekat seperti pasar pangeleseran, selain itu banyak juga pedagang sayuran keliling yang sudah menjadi pelanggammya, bahkan sesekali ada permintaan dari beberapa rumah makan.

Pos terkait