LINGKARPENA.ID | Menjelang lebaran 1445 Hijriah/2024 Masehi, umumnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah( UMKM) para pengrajin Opak Jampang mendapat kenaikan omset atau kebanjran pesanan.
Seolah ada yang kurang jika mengunjungi Wilayah Selatan Sukabumi, atau lebih akrab disebut Pajampangan, tanpa mencicipi dan membawa pulang kudapan khasnya, Opak Jampang.
Opak ketan biasa sering disajikan kalau ada acara hajatan, khitanan, syukuran dan hari hari istimewa lainya termasuk lebaran. Bagi warga Pajampangan, di hari lebaran, rasanya berasa ada yang kurang jika kudapan tersebut belum tersaji. Meskipun banyak kue produk modern, Opak tak kalah penting untuk disajikan.
Makanya tidaklah heran jika saat menjelang lebaran Idul Fitri para pengrajin Opak di daerah Pajampangan sering kebanjiran pesanan.
Hal itu diakui Hj. Eti Sulastri , salah seorang pengrajin Opak ketan di Surade. Menurutnya, pada hari biasa ia mengaku hanya membuat sekitar 1000 keping Opak per hari. Tetapi menjelang lebaran pesanan meningkat jadi 50.000 keping.

“Alhamdulilah sekarang lagi banyak pesanan. Opak yang saya jual ada dua jenis, ada opak yang harganya Rp 1000 per keping, ada juga yang Rp 800. Bedanya dari ukuran dan rasanya,” jelas Eti kepada Lingkar Pena.id Jumat (29/3/24).
Untuk memenuhi pelangganannya, pengrajin sekaligus pengepul Opak beralamat di Kampung Mekarjaya RT 01/03, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ini, sekarang memiliki 20 orang pekerja lepas.
Menurutnya, pekerja lepas itu adalah para pengrajin opak yang ada disekitar rumah Eti , kemudian diberi modal dan bahan baku lalu hasil produknya ditampung olehnya.
“Untuk memenuhi permintaan pelanggan saya sekarang punya 20 orang pekerja lepas. Saya yang kasih bahan baku dan modal, nanti opaknya saya yang bayar,” ungkapnya.
Opak Hj. Eti Sulastri yang dipajang di gerai Opak Si Abah, di Jalan ruas Surade – Cikaso, tepatnya di Kampung Mekarjaya
Setiap hari ramai dikunjungi pelangannya.
“Saya sudah lama berlangganan membeli opak ibu Eti. Soal harga tak masalah, itu rasanya yang saya sukai,” kata Suryadi (56), seorang pelanggan setia asal Sukabumi yang mengaku sengaja jauh jauh datang ke gerai Opak Si Abah.
Selain membuat Opak, Hj. Eti juga membuat beberapa makanan khas Pajampangan, seperti Gurandil, Ranginang, Keripik Enye, Rangining, Opak manis dan Kolontong.
Diketahui, di Kecamatan Surade sudah ada wadah yang menampung hasil produksi opak dari para pengrajin, yakni Gedung Sentra Opak Jampang.
Disinggung hal itu, Eti belum bisa menyimpan hasil produksi opaknya di sana. Ia mengaku belum tertarik dan memang dijual di gerainya pun terkadang banyak pelanggan yang tidak kebagian.






