Pengrajin Opak Jampang Mulai Kebanjiran Order

Inilah salah satu pengerajin Opak Jampang.| Foto: Jj/Istimewa

LINGKARPENA.ID | Sejumlah pengrajin opak Jampang di beberapa kecamatan di Selatan Sukabumi, siap hadapi pesanan menjelang Hari Raya Lebaran 1445 H.

Harga jual satu buah Opak Jampang kualitas biasa dijual Rp 1000 per biji, kelas super Rp 1.200 per biji. Perbedaannya adalah cita rasa, Kelas super mimiliki tingkat kegurihan lebih kuat dibanding opak kelas biasa. Rasa gurih di dasari pada jumlah pemakaian bahan salah satunya kelapa.

Diakui Pupu seorang pengrajin opak di Kecamatan Surade, opak dengan kualitas super lebih banyak dipesan daripada opak kualitas biasa. Untuk lebaran kali ini dirinya mengaku telah menerima orderan 5 kali lipat dari biasanya.

Baca juga:  Sepi Pembeli, Pedagang Terminal Lembursitu Menjerit

Sementara Ma Unah pengrajin opak asal kampung Cimanggu Jampangkulon, mengaku kewalahan menerima pesanan, karena selain mengisi permintaan para tetangga, ia juga banyak menerima pesanan dari pelanggan lewat gerai kuliner yang dibuka anaknya di Bandung.

“Alhamdulilah pesanan kali ini banyak, Ema melayani pesanan tetangga juga di kirim ke bandung, ke Si Teteh, disana banyak juga yang pesan,” kata Unah.

Ma Unah sudah punya pelanggan setianya di Bandung. Setiap satu bulan sekali produknya terpampang di gerai kuliner anaknya di Kota Kembang itu.

Baca juga:  Bupati Sukabumi Buka Bazar Ramadan di Gedung Sentra IKM

Bulan ramadhan adalah waktu dimana para pengrajin opak bekerja ekstra, karena pesanan mengantri. Namun laris manisnya kuliner khas Pajampangan ini berbanding terbalik dengan laba yang di dapat. Harga bahan dasarnya, beras ketan Rp 17.000 per kilogram, harga jual opak per buah Rp 1.000. Untuk satu liter beras ketan bisa menghasilkan 40 keping opak dengan harga jual Rp 40.000. Biaya bahan lain, kelapa 1 butir, kayu bakar dan upah kerja diasumsikan Rp 10.000. keuntungan dari hasil penjualan Rp. 13.000. per 1 kilo gram beras ketan.

Baca juga:  UPTD Metrologi Legal: Buka Pelayanan Tera dan Tera Ulang Terpadu di Pasar Tipar Gede Kota Sukabumi

“Untuk lebaran sekarang pesanan banyak tapi pengerjaanya lambat karena musim hujan, tidak bisa menjemur,” kata Pupu.

Keuntungan yang diperoleh Pupu dari menjual opak diakuinya tak seberapa, tapi terbantu dari hasil menjual olahan lainnya, seperti Kolontong, Gurandil dan Ranginang.

Opak sebagai ikon Pajampangan diakui banyak kalangan, karenanya Pemda Kabupaten Sukabumi cukup serius dan memberi perhatian lebih pada kudapan berbahan dasar ketan itu. Keseriusan itu dibuktikan dengan dibangunnya Gedung Sentra Opak Pajampangan, berdiri megah di Jalan Cirangkong Kelurahan Surade.

Pos terkait