BI Gandeng Hergun Gelar FGD Bersama Ratusan Kepala Desa di Sukabumi

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Nita Ariastuti Mulgini, saat memberikan pers kepada sejumlah wartawan usai kegiatan.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Bank Indonesia (BI) mengajak Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) Sosialisasi Bank Indonesia bersama para Kepala Desa Se-kabupaten Sukabumi bertempat di Hotel Horizon, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (23/02/2023).

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Nita Ariastuti Mulgini mengatakan bahwa pihaknya mengaku senang sekali, dan hal tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dengan BUMDES, serta bersama masyarakat Sukabumi.

“Iya, dalam momentum ini kami manfaatkan untuk mensosialisasikan tentang digitalisasi sistem pembayaran karena potensinya tinggi sekali dan berharap dapat di manfaatkan oleh BUMDES,” kata Nita kepada Lingkarpena.id seusai acara.

Selain itu lanjut dia, pihaknya mengharapkan dukungan BUMDes bisa mengedukasi masyarakat, untuk menikmati layanan digitalisasi sistem pembayaran. Karena, jika mereka sudah bisa menghasilkan sesuatu yang baik, tetapi bilamana tidak dinikmati oleh masyarakat, maka akan menjadi kurang bermakna.

“Untuk itu, dengan FGD ini, kami senang sekali. Karena, bisa menyosialisasikan tugas Bank Indonesia. Terutama terkait dengan sistem pembayaran,” jelasnya.

Baca juga:  BI Perwakilan Jabar Berkibar di Kabupaten Sukabumi

Dengan begitu sambung dia, Bank Indonesia, telah melakukan inovasi terkait dengan QRIS itu, sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan transaksi pembayaran. Sehingga, masyarakat tidak perlu datang ke Bank lagi untuk melakukan transaksi.

Bukan hanya itu, pedagang juga tidak perlu jualan bayar cash, tetapi mereka bisa juga menggunakan inovasi tersebut dengan QRIS. Kemudian juga untuk transaksi tranfer, kini sudah ada d internet atau mobile banking, ada layanan BI Fast dan hal tersebut, diakuinya bahwa Bank Indonesia sudah berinvestasi untuk menghasilkan jasa tersebut.

“Jadi kalau yang program ini, kita termasuk yang pionir nih. Jadi, kita mulai darii Sukabumi, mungkn ini yang kedua. Kemarin kita baru mulai di Solo, kemudian sekarang di Sukabumi. Sehingga, termasuk pionir di Jawa Barat. Kita bermitra dengan Pak Heri Gunawan dan kami diberikan akses untuk masuk ke Sukabumi,” tandasnya.

Baca juga:  Warga Sukabumi Panjatkan Doa dan Korbankan Harta untuk Musim Palestina

Sementara itu Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Ahris Sarwani menambahkan, saat ini Bank Indonesia sengaja bertemu dengan para kepala desa yang nantinya akan menjadi penanggungjawab BUMDES di seluruh desa di Jawa Barat, termasuk di Sukabumi.

“FGD ini sebagai bentuk dari pemberdayaan ekonomi di daerah. Para kepala desa, tentunya akan menjadi pemilik, saya menyebutnya pemilik saham atau pemilik modalnya sebagai amanah. Karena memang, amanah jabatan kepala desa itu, adalah nanti salah satunya adalah mengelola dana desa,” ungkapnya.

Masih kata dia, Dana desa yang produktif, akan dijalankan kegiatan BUMDes untuk berbisnis, yang nantinya akan dimiliki oleh desa. Untuk itu, pada FGD ini Bank Indonesia telah menyampaikan agar bagaimana pengelolaan dana desa melalui BUMDES ini profesional, memberikan kemanfaatan yang lebih, dalam bentuk menyegerakan perekonomian di masing-masing desa. Sehingga, keberadaan dana desa akan memberi kemanfaatan lebih. Karena akan menjadi sumber pertumbuhan, menjadi modal awal bagi desa untuk bisa menggerakan ekonomi daerahnya, masing-masing sesuai dengan potensinya.

Baca juga:  Meluap dan Rendam Rumah Warga, DPU Kabupaten Sukabumi Genjot Projek Bendungan dan Irigasi

“Disatu sisi mereka bergerak sendiri-sendiri. Namun, sebagai BUMDes ini, sebenarnya bisa bersinergi agar mempunyai kekeuatan ekonomi yang lebin besar. Kita bisa melakukan ekspor bareng, kita bisa memilih produk-produk lainnya. Karena, kalau hanya satu desa kapasitasnya terbatas,” imbuhnya.

Meskipun demikian, apabila bisa dikumpulkan dari beberapa desa, ternyata BUMDES di Sukabumi bisa menghasilkan buah manggis. Ini artinya, bisa menjadi satu line bisnis yang besar. Untuk itu, Bank Indonesia akan memilih BUMDes yang mempunyai profesionalitas lebih tinggi dan BUMDes yang lainnya, diharapkan bisa mengikutinya, untuk mendapatkan keuntungannya. Selain itu, model bisnis secara sinergi, sangat diharapkan Bank Indonesia,” pungkasnya.

Pos terkait