LINGKARPENA.ID | Warga Kampung Cijulang, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam kamar rumahnya, Rabu (22/7/2026) pagi.
Korban diketahui berinisial J (31). Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB oleh ibu korban, Eros, yang baru pulang dari mencari rumput untuk pakan ternak.
Saat memasuki rumah, Eros terkejut melihat anaknya sudah dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali yang terikat pada balok kayu di dalam kamar. Ia pun berteriak histeris hingga mengundang perhatian warga sekitar.
Kapolsek Lengkong, AKP Ridwan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Pospol Pabuaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah menerima laporan, anggota dari Pospol Pabuaran langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP. Kami juga melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujar AKP Ridwan.
Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman, mengatakan saat kejadian korban berada seorang diri di rumah. Kedua orang tuanya tengah beraktivitas di luar rumah. Sang ibu sedang mencari rumput untuk ternak, sedangkan ayah korban, Dedi, sedang melakukan aktivitas lainnya.
“Korban merupakan duda dengan satu orang anak yang kini berusia sekitar tiga tahun. Ia telah bercerai dengan istrinya yang berasal dari Kecamatan Purabaya sekitar dua tahun lalu,” kata Ade Firman kepada lingkarpena.id.
Ade menambahkan, sebelum kejadian, ibu korban sempat melihat J menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Korban terlihat memelintir kain sarung hingga menyerupai tali.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi setelah perceraian yang dialaminya. Namun penyebab pasti meninggalnya korban tetap menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian,” ungkapnya.
Peristiwa tersebut membuat warga sekitar berdatangan ke rumah duka. Unsur Forkopimcam Pabuaran turut hadir untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Usai dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian dan petugas terkait, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Catatan Redaksi: Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami tekanan emosional, putus asa, atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, jangan hadapi sendirian. Bicarakan dengan keluarga, sahabat, tenaga kesehatan, psikolog, atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan.






