Ia mengaku tidak berani menanyakan secara langsung, apakah bantuan tersebut benar dipotong oleh pihak kemenag sebesar itu atau hanya akal-akalan para makelar yang menjual nama anggota dewan dan Kemenag untuk melancarkan aksinya.
Baca juga: Ruang Kelas Rusak, MDTA Syamsul Hidayah Minta Bantuan Pemkab Sukabumi dan Kemenag
Baca juga: Lapuk, Plafon MD Nurul Islam Cirendang Ambruk
“Saya tidak berani untuk menanyakan langsung ke anggota dewan maupun pihak Kemenag seperti yang dikatakan oleh para makelar, karena takut itu memang seperti itu, kalau benar berarti kami sudah barang tentu menjadi bulan-bulanan yang lain dan tidak akan mendapatkan bantuan lagi,” tuturnya.
Namun demikian, ia menegaskan segala bukti chat whatsapp dan transaksi serta penerimaan uang bahkan ada beberapa bukti percakapan telah ia simpan. Jika dirinya mendapatkan dukungan dari sekolah lain yang merasa keberatan atas persoalan tersebut ia bertekad melaporkan hal itu ke KPK.
“Ini bantuan kecil bagi pusat kalau dihitung persekolah, tapi kalau yang dapat itu ratusan bahkan ribuan sekolah, sudah barang tentu ini merupakan bancakan yang terstruktur dan saya akan melaporkannya ke KPK,” tandasnya.
Reporter : tim redaksi
Redaktur : redaksi
https://www.instagram.com/p/CGgY9scB6e8/?igshid=oxissx12u9y5






