BPBD Kabupaten Sukabumi Laporkan Sejumlah Kejadian Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah akibat tingginya curah hujan dan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

 

Laporan yang disampaikan pada Jumat malam pukul 20.00 WIB tersebut mencatat tujuh kejadian bencana, terdiri dari longsor, kebakaran, serta kerusakan bangunan akibat hujan deras dan angin kencang.

 

1. Longsor di Girijaya, Nagrak

Tanah longsor terjadi di Kampung Bojongkawung, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, pada Kamis (13/11) pukul 16.00 WIB. Hujan lebat yang berlangsung lama memicu longsor setinggi 6 meter dengan panjang 4 meter yang mengancam satu rumah milik Hermanto (1 KK/3 jiwa). Tidak ada korban jiwa.

 

2. Kebakaran Rumah di Kabandungan

Peristiwa kebakaran terjadi pada Jumat (14/11) pukul 11.05 WIB di Kampung Cipanas RT 17/07, Desa Kabandungan. Kebakaran dipicu percikan api dari sepeda motor yang sedang diperbaiki, mengakibatkan rumah milik Sujai rusak berat. Lima jiwa dari satu KK terdampak, tanpa korban luka maupun jiwa.

Baca juga:  Pria Asal Majalengka Ditemukan Meninggal di Toilet Umum di Sukabumi, Diduga Serangan Jantung

 

3. Longsor di Cantayan, Cicantayan

Longsor juga terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 04.00 WIB di Kampung Cinangka, Desa Cantayan, Kecamatan Cicantayan. Tanah longsor setinggi 3 meter dan panjang 10 meter menyebabkan kerusakan pada bagian samping rumah milik Ibu Elah (1 KK/2 jiwa). Tidak ada korban dalam kejadian ini.

 

4. Kerusakan Rumah Akibat Cuaca Ekstrem di Waluran

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bagian atap depan rumah milik Abudin dan Hepi ambruk di Kampung Cikaret, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kamis (13/11) pukul 08.35 WIB. Dua KK terdampak dengan total lima jiwa. Tidak ada korban jiwa.

Baca juga:  Dicari Tak Kunjung Ketemu, Balita Ditemukan Tewas Mengambang dalam Septic Tank

 

5. Rumah Warga Ambruk di Cikakak

Cuaca ekstrem pada Kamis (13/11) pukul 15.00 WIB menyebabkan bagian dapur rumah milik Nata (1 KK/2 jiwa) di Kampung Cileungsing, Kecamatan Cikakak, ambruk. Korban sementara mengungsi ke rumah kerabatnya.

 

6. Longsor di Cireunghas

Longsor juga dilaporkan terjadi pada Selasa (11/11) pukul 18.00 WIB di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas. Curah hujan tinggi menyebabkan TPT dan dinding kamar mandi rumah warga ambruk dengan dimensi 1,5 meter × 9 meter × 1,5 meter.

 

7. Longsor di Benda, Cicurug

Peristiwa longsor kembali terjadi pada Jumat (14/11) pukul 17.30 WIB di Kampung Bangkongreang, Desa Benda, Kecamatan Cicurug. Longsor dengan panjang 30 meter dan tinggi 20 meter menggerus halaman serta akses jalan setapak rumah milik Windu (1 KK/5 jiwa). Tidak ada korban jiwa.

Baca juga:  Tim Andri Sasmita, Bantu Korban Kebakaran di Kalapanunggal

 

Prakiraan Cuaca dan Peringatan Dini

BMKG memprakirakan wilayah Sukabumi berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat pada siang hari. Kondisi cuaca terkini tercatat berawan dengan suhu 22°C, kelembaban 96 persen, dan angin bertiup dari timur.

 

BPBD juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari.

 

Langkah BPBD

Pusdalops BPBD terus melakukan pemantauan kondisi di seluruh kecamatan melalui grup komunikasi P2BK, media sosial, frekuensi radio, serta aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare. Selain itu, pencatatan dan pengolahan data kejadian bencana terus dilakukan untuk kebutuhan penanganan lebih lanjut.

 

Petugas piket terdiri dari Unit Data Informasi dan Unit Reaksi Cepat (URC), didukung peralatan seperti kendaraan operasional, chainsaw, dan pompa air.

Pos terkait