LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) merilis laporan harian terkait sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada Senin, 8 Desember 2025.
Laporan tersebut disampaikan pada Selasa (09/12/2025) pukul 18.00 WIB dan ditujukan kepada jajaran Forkopimda dan perangkat daerah terkait.
Dalam laporan tersebut, BPBD mencatat empat kejadian bencana yang terdiri dari dua peristiwa kebakaran dan dua kejadian tanah longsor di wilayah Kecamatan Cikembar dan Ciambar. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, seluruh kejadian menimbulkan potensi kerugian material serta ancaman terhadap pemukiman warga.
1. Kebakaran Akibat HP Meledak di Desa Bojong, Cikembar
Peristiwa kebakaran pertama terjadi di Kampung Bojong RT 002/003, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar pada pukul 17.30 WIB. Kebakaran dipicu oleh ledakan telepon genggam yang sedang diisi daya di atas kasur. Api dengan cepat membakar kasur dan merambat ke langit-langit kamar. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut.
2. Tanah Longsor Ancam Tiga Rumah di Puncak Geulis
Pada waktu yang hampir bersamaan, longsor terjadi di Kampung Puncak Geulis RT 01/05, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan tebing longsor dengan ukuran panjang 20 meter, tinggi 10 meter, dan lebar 2 meter. Longsoran ini mengancam tiga rumah milik tiga kepala keluarga. Sebagian pondasi rumah dilaporkan sudah menggantung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
3. Kebakaran Rumah Akibat Lilin di Bojongraharja
Kebakaran kedua terjadi pukul 21.25 WIB di Kampung Dano RT 003 RW 008, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar. Kebakaran diduga berasal dari nyala lilin yang membakar bagian rumah warga. Meski api sempat membesar, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa.
4. Tanah Longsor di Cibunarjaya, Ciambar
Kejadian longsor lainnya terjadi pada pukul 16.00 WIB di Kampung Babakan Gobang RT 03 RW 05, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar. Tebing setinggi 20 meter ambruk setelah diguyur hujan lebat. Tiga unit rumah berada dalam posisi terancam. Tidak ada korban jiwa maupun luka.
Kondisi Cuaca dan Pemantauan
BPBD melaporkan kondisi cuaca pada saat penyampaian laporan berada dalam keadaan berawan, dengan suhu udara 24°C, kelembaban 89%, angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 2 km/jam. Peringatan dini cuaca dari BMKG belum dikeluarkan.
Selama berlangsungnya operasi, BPBD melaksanakan pemantauan wilayah melalui WAG P2BK se-Kabupaten Sukabumi, kanal media sosial, frekuensi radio RATEL I, serta melakukan analisis risiko melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB.
Personel dan Peralatan Siaga
Petugas piket Pusdalops terdiri dari Unit Data Informasi (UDI) dan Unit Reaksi Cepat (URC), masing-masing beranggotakan lima personel. Dukungan peralatan meliputi satu unit kendaraan roda empat, chainsaw, dan pompa air (alkon).
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana, terutama memasuki intensitas hujan yang cukup tinggi. Masyarakat dapat melaporkan kejadian bencana melalui kontak resmi BPBD Kabupaten Sukabumi.
BPBD menegaskan komitmennya untuk terus siaga 24 jam dalam penanganan bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi.






