BPBD Sukabumi Laporkan Situasi Aman, Waspadai Potensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops–PB) melaporkan bahwa hingga Sabtu pagi, 27 Desember 2025, kondisi wilayah Kabupaten Sukabumi terpantau dalam keadaan aman dan terkendali. Berdasarkan laporan harian yang disampaikan pada pukul 09.00 WIB, tidak terdapat kejadian bencana atau situasi darurat yang menonjol alias nihil kejadian.

 

Laporan harian tersebut disampaikan kepada sejumlah pimpinan daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Bupati Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi, Sekretaris Daerah, Dandim 0607 dan 0622, Kapolres Sukabumi, Kapolresta Sukabumi, Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, serta perangkat daerah terkait lainnya.

 

Meski tidak terdapat laporan kejadian bencana, BPBD Kabupaten Sukabumi tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Sukabumi diperkirakan mengalami dinamika cuaca yang cukup signifikan sepanjang hari.

 

Pada pagi hari, cuaca di Kabupaten Sukabumi diprakirakan cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah. Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan masih terjadi, bahkan di beberapa wilayah berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Sementara pada malam hari, kondisi cuaca umumnya berawan dengan kemungkinan hujan ringan di beberapa daerah, dan pada dini hari cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan dengan peluang hujan ringan.

Baca juga:  DPPKB Kabupaten Sukabumi Tegaskan Pelayanan KB untuk Mewujudkan Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

 

Cuaca saat laporan disusun terpantau dalam kondisi berawan. Suhu udara berada pada kisaran 18 hingga 34 derajat Celsius, dengan arah angin bertiup dari barat daya dan kecepatan angin antara 5 hingga 38 kilometer per jam. Tingkat kelembaban udara tercatat cukup tinggi, berkisar antara 50 hingga 97 persen.

 

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, khususnya pada rentang waktu menjelang siang hingga menjelang malam hari di sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi dan daerah sekitarnya.

Baca juga:  KDM Ajak Jabar Jaga Alam Pada Kepala Daerah Se- Jawa Barat, Bupati Asjap Fokus Jaga Pelestarian Alam Sukabumi   

 

Dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, Pusdalops–PB BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan berbagai kegiatan pemantauan dan kesiapsiagaan. Pemantauan wilayah dilakukan secara intensif melalui koordinasi dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) se-Kabupaten Sukabumi melalui grup WhatsApp, pemantauan media sosial, serta komunikasi radio melalui frekuensi Ratel I yang terhubung dengan Perbawati.

 

Selain itu, BPBD juga melakukan pengamatan terhadap titik-titik rawan bencana menggunakan aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare milik BNPB. Informasi peringatan dini cuaca dan gempa bumi terus diperbarui melalui berbagai kanal, seperti grup WhatsApp prakiraan cuaca Jawa Barat, informasi BMKG Region II Tangerang, aplikasi Info BMKG, serta sistem peringatan dini Warning Receiver System (WRS) New Gen.

 

Pusdalops–PB BPBD Kabupaten Sukabumi juga secara rutin mencatat, mengolah, dan merekap data kejadian bencana sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dan respons cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

Baca juga:  Gempa Bumi M 6,7 Banten, Beberapa Rumah Warga di Pandeglang Mengalami Kerusakan

 

Untuk mendukung operasional, petugas piket Pusdalops disiagakan di sejumlah pos, yakni Posko BPBD, Pos Kolaborasi Cibadak, dan Pos Kolaborasi Palabuhanratu. Selain personel, sejumlah peralatan pendukung juga disiapkan, di antaranya satu unit kendaraan roda empat, satu unit mesin chainsaw, serta satu unit alkon atau pompa air.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi ancaman bencana di lingkungan sekitar.

 

Dengan kesiapsiagaan yang terus dijaga dan koordinasi lintas sektor yang berjalan baik, BPBD Kabupaten Sukabumi berharap situasi wilayah tetap aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang, meski di tengah kondisi cuaca yang dinamis.

Pos terkait