Buntut Audiensi LSM Kompak Soal BPNT, Ketua DPRD: Segera Undang Kedua Tikor

LINGKARPENA.ID – Kang Yudha Sukmagara didampingi wakil ketua II DPRD Kabupaten Sukabumi Sodikin, Ketua komisi IV DPRD Hera Iskandar, Anggota Komisi IV DPRD Wawan Juansyah, kepala Dinas Sosial Harun Alrasyid selaku sekretaris Tim Koordinator dari pihak Bank BNI menggelar audiensi bersama LSM (Koalisi Masyarakat Pengawal Konstitusi) Kompak, di Kantor BKPSDM Kabupaten Sukabumi belum lama ini.

Kedatangan LSM Kompak saat itu mengeluhkan beberapa hal terkait pendistribusian BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang ada di Kabupaten Sukabumi. Mereka mengeluhkan terkait kualitas dan kuantitas dari beras yang dibagikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di beberapa tempat yang disinyalir tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca juga:  Wabup Terima Yayasan Generasi Lestari Negeri Ciracap, Bahas Pagelaran Festival Budaya Anak 2024

LSM Kompak meminta, agar penyaluran BPNT ini tepat sasaran dan tepat guna serta tepat kualitas dan kuantitas. Hal itu harus sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

LSM Kompakberharap agar pemerintah dapat membentuk tim pengawasan gabungan dalam pendistribusian Program BPNT. Katanya agar program ini benar- benar sampai kepada masyarakat benar sesuai dibutuhkan dan tepat mutunya.

Baca juga:  Pulang dari Lembur Pakuan Calon Bupati Terpilih Sukabumi Langsung Salurkan Bantuan Bersama Relawan Bandera   

Namun, dalam audiensi itu sangat disayangkan ketua tim koordinator (Tikor) Kabupaten Sukabumi tidak bisa hadir karena ada agenda lain yang tidak bisa ditunda. Selain itu Koordinator TKSK pun turut menghilang dalam audiensi tanpa memberikan keterangan yang jelas kepada peserta audiensi.

“Rencana kedepan kita akan kasih surat undangan untuk keduanya agar kami bisa benar-benar mengetahui ini. Ya, kendala nya dimana? Karena pembahasan dalam audiensi ini sangat penting. Kita harus bersemangat untuk menjadikan lebih baik dengan tidak menyalahkan siapapun,” ucap Ketua DPRD kang Yudha Sukmagara, kepada wartawan.

Baca juga:  UPTD PPA Palabuhanratu Perkuat Layanan Humanis bagi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Disisi lain kekurangan mesin Electronic Data Capture (EDC) pada Zona Blank Spot menjadi salah satu kendala bagi e warong dalam melakukan transaksi penyaluran BPNT. Namun pihak Bank BNI menyatakan bahwa untuk tahun ini ketersediaan mesin EDC di jamin sama oleh pihak Bank BNI.

Selain itu, pihak Bank BNI juga sudah berjanji suatu waktu ditemukan kendala bagi KPM yang kartu ATM nya bermasalah, pihaknya akan segera menyelesaikan hal itu dengan secara cepat.(***)

Pos terkait