Cimaja Sukabumi Dibuat Layaknya Kute Bali, Bupati: Masih Banyak Kendala

Inilah Pantai Cimaja Sukabumi yang digunakan oleh wisatawan melakukan selancar.| Ndie

LINGKARPENA.ID | Pantai Cimaja yang berlokasi di Desa Cimaja Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi terkenal dengan ombaknya. Kawasan ini ideal sebagai tempat yang sempurna untuk menggelar kegiatan selancar dan buruan bagi para wisatawan luar negeri.

Tidak heran setiap gelaran event selancar pantai Cimaja selalu banyak para peselancar ikut ambil bagian, hingga penonton selalu antusias dalam setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengharapkan, kedepan pantai Cimaja menjadi seperti halnya pantai Kute yang berada di Bali. Bahkan jauh-jauh hari sudah di rencanakan.

“Cimaja dari dulu dari zaman saya wakil, kita sudah rencanakan, seperti halnya Kute di Bali itu,” ujar Marwan kepada Lingkarpena.id. Sabtu, (12/8/2023).

Baca juga:  12 Derigen Miras Oplosan Disita Polisi, Ini Menurut Pengakuan Pemiliknya! 

Namun begitu, Marwan menegaskan, selain persoalan kebiasaan ataupun adat istiadat warga luar negeri. Juga kondisi akses jalan menuju pantai Cimaja yang masih merupakan lahan milik pribadi, sehingga saat ini masih menjadi kendala.

“Ya memang masih terkendala dengan infrastruktur. Jadi tanah ini masih milik pribadi. Pemiliknya sih teman saya orang Jakarta,” jelas Marwan.

“Pemerintah harusnya bisa menguasai tempat ini, jadi nanti satu area tempat mereka (wisatawan luar negeri) melakukan kegiatan aktivitas, kita bermimpinya seperti itu,” sambungnya.

Disebutkan oleh Bupati, Pemerintah Desa setempat juga menyampaikan, jika depannya lahan pantai Cimaja itu tanah desa.

Baca juga:  Pemdes Jayanti Terima Puluhan Paket Sembako CSR PLTU

“Nah, kalau yang di belakang ini dimiliki pemerintah dan depannya tanah desa, sudah lah ini milik pemerintah nanti kaya Kute di Bali, mungkin seperti itu,” terangnya.

Marwan meminta, masyarakat harus bisa meyakini budaya masing masing, pasalnya berbeda dengan Bali, dimana mayoritas masyarakat Kabupaten Sukabumi mayoritas muslim atau beragama islam.

“Jadi ada keyakinan akidah, supaya tidak ada persoalan akidah. Kalau yang laki tidak masalah ya, tapi kalau surfing perempuan harus ada batasan-batasan,” terangnya.

Masih kata Marwan, untuk mewujudkan tersebut Pantai Cimaja bisa digunakan sebagai zona khusus dan menurutnya dibutuhkan kesepakatan bersama semua element.

Baca juga:  Danpuslatpurmar 6 Antralina Hadiri Sertijab Bupati Sukabumi

“Ya kaya di Genting Island itu, kalau penduduk di sana berjudi di sana itu tidak boleh, kalau orang luar boleh, kebiasaan-kebiasaan ini, di sini ada satu tempat misalnya, Kabupaten Sukabumi itu nol persen alkohol, tapi ada satu tempat diperbolehkan, tapi penduduk Sukabumi tidak boleh, jadi hanya untuk mereka (wisatawan luar negeri),” bebernya.

“Karena orang-orang Australi, orang Jepang misalnya kalau tidak minum satu hari bir misalnya, kalau di kita mah mungkin sakit perut, bagi mereka mah sudah biasa,” tandasnya.

Pos terkait