Cincin Tak Kunjung Lepas, Damkar Sukaraja Evakuasi Jari Warga yang Bengkak

Damkar Sukaraja evakuasi cincin yang tak bisa dilepaskan dari jari tangan wanita.[dok.damkar]

LINGKARPENA.ID | Tugas petugas pemadam kebakaran tidak selalu berkaitan dengan kobaran api. Pada Minggu malam, 21 Juni 2026, personel Pos Damkar Sukaraja kembali menjalankan operasi penyelamatan (human rescue) dengan membantu seorang warga melepaskan cincin yang terjebak di jari istrinya hingga mengalami pembengkakan.

 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Pasangan suami istri tersebut datang langsung ke Pos Damkar Sukaraja setelah sebelumnya berupaya mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan, namun cincin yang melingkar di jari korban belum juga berhasil dilepaskan.

Baca juga:  Remaja Korban Laka Laut Pantai Karangnaya Cikakak Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

 

Komandan Pos (Danpos) Damkar Sukaraja, Ade Feri, menjelaskan, suami korban yang diketahui berinisial PRI, warga Cibereum Legok, Jalan Guapara, Kecamatan Sukaraja, meminta bantuan petugas karena kondisi jari istrinya semakin membengkak dan pelepasan secara manual tidak memungkinkan lagi.

 

“Mereka datang langsung ke Pos Damkar sekitar pukul 22.30 WIB. Sebelumnya sudah sempat meminta bantuan ke fasilitas kesehatan, kemudian diarahkan ke Damkar. Setelah mendapat persetujuan dari suaminya, kami langsung melakukan pemotongan cincin menggunakan peralatan khusus agar jari korban tidak mengalami cedera yang lebih serius,” ujar Ade Feri kepada lingkarpena. id, Senin ( 22/6/2026 ).

Baca juga:  Warga Lembursitu Diduga Tenggelam di Sungai Cipelang, Tim Gabungan Kota dan Kabupaten Dikerahkan

 

Menurut Ade Feri, berdasarkan keterangan korban, cincin tersebut sebenarnya sudah sulit dilepas sejak siang hari. Namun karena berbagai kesibukan, pasangan itu baru dapat mendatangi Pos Damkar pada malam hari untuk meminta bantuan.

 

Dengan penuh kehati-hatian, petugas melakukan proses pemotongan cincin hingga akhirnya berhasil melepaskannya sekitar pukul 22.55 WIB. Seluruh rangkaian penanganan berlangsung aman dan korban tidak mengalami luka serius.

Baca juga:  Angin Kencang Terjang Kecamatan Nagrak, Dua Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

 

Aksi sederhana yang berlangsung kurang dari setengah jam itu kembali menunjukkan bahwa kehadiran petugas pemadam kebakaran bukan hanya saat terjadi kebakaran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam berbagai operasi penyelamatan yang dibutuhkan masyarakat.

 

Operasi tersebut melibatkan Danpos Ade Feri bersama Yusuf Hidayat, Eman, Ilham, dan Mulyadin. Seluruh personel dilaporkan dalam kondisi selamat setelah penanganan selesai.

Pos terkait