Cuaca Ekstrem dan Longsor Warnai Awal Januari, BPBD Sukabumi Catat Lima Kejadian Bencana

Kejadian bencana alam di Kaupaten Sukabumi pada awal Januari 2026.| Sumber foto: BPBD Kab Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya lima kejadian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi dalam laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), Sabtu, 3 Januari 2026, hingga pukul 19.00 WIB.

 

Berbagai kejadian tersebut didominasi oleh cuaca ekstrem dan tanah longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam seluruh peristiwa tersebut.

 

Kejadian pertama terjadi di Kampung Cipanggulaan RT 04/01, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Hujan deras menyebabkan satu unit rumah milik Dadang yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa mengalami ambruk pada bagian dinding dapur.

Baca juga:  Longsor di Kabandungan Terjang Dua Rumah

 

Selanjutnya, tanah longsor terjadi di Kampung Karangsasak RT 03 RW 11, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, sekitar pukul 07.00 WIB. Longsoran dengan tinggi sekitar tiga meter dan panjang 15 meter menimpa bagian kamar dan kamar mandi rumah milik Asep Sumatri yang dihuni empat jiwa, serta mengancam satu rumah lain di sekitarnya.

 

Sementara itu, di Kampung Pinangjajar RT 11 RW 03, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, terjadi pergeseran tanah susulan pada Jumat malam, 2 Januari 2026 pukul 21.45 WIB. Pergerakan tanah ini merupakan lanjutan dari kejadian serupa pada Maret 2025 dan mengakibatkan 18 rumah terdampak. Sebanyak 23 kepala keluarga atau 70 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca juga:  DPRD Kabupaten Sukabumi Gaungkan Semangat Baru di Awal 2026

 

Kejadian lainnya terjadi di Kampung Babakan Sari RT 03 RW 08, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, di mana hujan deras dan kondisi bangunan yang sudah lapuk menyebabkan atap satu ruang kelas SDN Karikil ambruk, serta empat ruang kelas lainnya dalam kondisi rawan roboh.

 

Selain itu, tanah longsor juga terjadi di Kampung Pojok RT 25 RW 04, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Jumat malam sekitar pukul 19.45 WIB. Longsoran sempat menutup akses jalan, namun saat ini jalan sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

 

Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan di wilayah rawan bencana.

Baca juga:  Banjir dan Longsor di Cisolok Sukabumi, Kantor Dinas Pertanian Kebanjiran

 

“Kami terus melakukan pemantauan intensif melalui P2BK di setiap kecamatan, media sosial, radio komunikasi, serta aplikasi kebencanaan BNPB. Alhamdulillah, hingga laporan ini disampaikan tidak terdapat korban jiwa, namun masyarakat kami imbau tetap waspada mengingat cuaca masih berpotensi hujan,” ujar petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi dalam keterangannya.

 

BPBD juga mencatat kondisi cuaca pada Sabtu malam terpantau berawan, dengan suhu udara 22 derajat Celsius, kelembaban 94 persen, dan kecepatan angin sekitar 1 km/jam dari arah utara.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah, untuk meningkatkan kewaspadaan, segera melapor apabila terjadi tanda-tanda bencana, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan.

Pos terkait