Rumah Ambruk di Ciemas Akibat Pergerakan Tanah

Kondisi rumah Pak Samsu warga Cuhuni, Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pasca bencana pergeseran tanah pada Senin, (20/6/22).| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Bencana alam akibat pergerakan tanah di Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi, menyebabkan satu rumah warga ambruk. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Cihuni RT 03/07 Desa Ciwaru, Senin 20 Juni 2022.

Sementara ini bencana alam pergerakan tanah disebabkan curah hujan yang cukup tinggi dikawasan wilayah Desa Ciwaru, Ciemas sejak kemarin sore.

Berdasarkan keterangan informasi dari Koordinator Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Nanang Sudrajat mengatakan, bencana pergerakan tanah terjadi sekira pukul 04.00 wib menjelang subuh. Akibatnya satu rumah warga Cihuni, milik Samsu (50) ambruk.

Baca juga:  Tahun 2021, Pemdes Wanajaya Prioritaskan Pengadaan Mobil Ambulans

“Untuk korban jiwa, Alhamdulillah tidak ada. Hanya saja, akibat bencana pergerakan tanah itu, menyebabkan rumah Pak Samsu ambruk,” kata Nanang kepada Lingkarpena.id Senin, (20/06/2022).

Menurut petugas penangulangan bencana kecamatan (P2BK) Kecamatan Ciemas, dalam laporannya tersebut, bangunan rumah yang berukuran 4 x 7 meter dengan kondisi rusak berat. Rumah ini merupakan masuk dalam kategori semi permanen.

Baca juga:  Longsor Timpa Rumah Warga Kadudampit Sukabumi

Dengan begitu sambung dia, setelah menerima laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi langsung menginstruksikan anggota lapangan (P2BK) unuk melakukan koordinasi dengan Forkopimcam Ciemas, pemdes setempat juga relawan bencana lainnya. Petugas diperintahkan guna melakukan asesmen dan pendataan langsung ke lokasi bencana.

“Adapun hasil asesmen sementara, kebutuhan segera bagi korban bencana pergerakan tanah, membutuhkan perabot kebutuhan rumah tangga dan sembako,” jelasnya.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Picu Rumah Ambruk dan Longsor di Sukabumi, BPBD Siaga Penuh di Akhir Libur Lebaran

Dijelaskan Nanang, saat ini warga dan petugas gabungan tengah berada di lokasi bencana guna evakuasi dengan cara membersihakan puing-puing bangunan rumah yang rusak akibat bencana alam itu.

“Kerugian material atas bencana ini masih dalam perhitungan pihak pemdes setempat. Saat ini keluarga mengungsi dan tinggal digubuk kecil untuk tinggal sementara waktu,” tandasnya.

Petugas turut menghimbau warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca masih sangat ekstrem.

Pos terkait