LINGKARPENA.ID | Kediaman Kholid Yusuf (69), seorang guru ngaji di Kampung Cikarang, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu ( 29/9 ) disambangi Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, H. Dadang Hermawan.
Kedatangan H. Dadang Hermawan hari itu untuk memberikan bantuan, berupa sarana penunjang kegiatan mengaji para santri asuhan Kholid Yusuf.
“Alhamdulilah Allah mengabulkan doa para santri. Mereka sangat membutuhkan ini. Terima kasih Pa Dewan semoga ini menjadi ladang pahali, amin..,” ujar Kholid Yusuf
Dengan suara terbata bata Kholid Yusuf mengucapkan terima kasih kepada H. Dadang yang telah memberikan bantuan berupa sarana keperluan belajar untuk para santri asuhannya.
Bantuan sarana keperluan belajar yang diberikan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari F-PKB itu berupa, papan tulis, Alquran, lampu emergency, sarung , juz amma, dan uang tunai.
“Alhamdulilah hari ini saya bisa datang ke pesantren ini untuk bersilaturahmi dengan Pa Ustad. Dan alhamdulilah hari ini saya menyerahkan sebagian dari rejeki saya semoga ini bermanfaat dan dipergunakan untuk kepentingan syiar Islam tentunya,” ujar H. Dadang Hermawan.
Dijelaskan H. Dadang, Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) sangat konsen dan memberi perhatian penuh terhadap dunia pendidikan keagamaan, khususnya pendidikan di pesantren.
Diketahui, dalam beberapa bulan terahir H. Dadang Hermawan, telah menyalurkan bantuan pribadinya kepada warga di wilayah Pajampangan, antara lain membantu anak penderita gangguan pertumbuhan bernama MAR ( 15 ) warga Cikarang, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap. Terus menyalurkan bantuan alat alat drumband untuk ibu ibu warga Minajaya. Dan sempat melego kendaraannya untuk membiayai pembangunan pondok pesantren di Desa Pasiripis.
“Saya tahu benar itu bukan pencitraan. Saya hapal karakter beliau, dulu sebelum jadi dewan juga sifat kedemawanannya ada, ” ujar salah seorang warga Cikarang yang menolak ditulis jati dirinya.
Seperti dirilis lingkar pena.id sebelumnya, Kholid Yusup adalah guru ngaji di Kampung Cikarang, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, yang saat ini mengasuh 30 santri, merupakan anak anak usia SD, anak warga sekitar Kampung Cikarang.
Saat mengajar santri asuhannya, Kholid Yusuf mengeluh lantaran keterbatasan sarana penunjang belajar belum dimilikinya. Kalaupun ada, seperti Al-quran, kondisinya sudah kusam bahkan rusak.






