Damkar Kabupaten Sukabumi Tingkatkan Retkar di Tingkat Desa

LINGKARENA.ID | Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, dalam upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat terhadap bahaya kebakaran serta pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, bertempat di Kampung Kalapanunggal RT 13/3 Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

 

Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Dinas Pemadam Kebakaran dalam menumbuhkan budaya aman dari kebakaran sejak dini, dengan pendekatan edukatif dan partisipatif.

Baca juga:  Truk Masuk Jurang dan Terbakar Hebat di Sukabumi, Begini Nasib Sopir

 

Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Vikry menyampaikan bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam mengurangi risiko kebakaran di lingkungan tempat tinggal, fasilitas umum, dan kawasan rawan lainnya.

 

“Untuk kegiatan sangat bagus ya kita langsung menyerang lapisan terbawah dari masyarakat gitu kan,” ujarnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa sosialisasi ini bisa di laksanakan ditingkat Rt, Rw, Ibu pengajian, serta guru TK untuk lapisan terbawah masyarakat. Namun, untuk di tingkat Desa ada namanya retkar (Relawan Pemadam Kebakaran).

Baca juga:  Dua Pelaku Spesialis Curanmor R2 Dibekuk Polisi di Sukabumi

 

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup pengenalan jenis-jenis kebakaran, penyebab umum kebakaran rumah tangga dan lingkungan, cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta simulasi evakuasi saat terjadi kebakaran. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi tentang pentingnya pemasangan instalasi listrik yang aman, penggunaan kompor gas yang benar, serta pemeliharaan alat-alat rumah tangga yang dapat menimbulkan risiko kebakaran.

Baca juga:  Uji Laboratorium Sample Makanan Korban Keracunan Warga Cibaregbeg Sagaranten Tidak Jelas

 

“Kegiatan ini juga menjadi ajang interaktif antara petugas pemadam kebakaran dengan warga, di mana masyarakat dapat langsung bertanya, berdiskusi, serta mempraktikkan cara pemadaman api awal menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di sekitar,” ujarnya.

 

“Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Sukabumi tidak hanya menjadi objek penyelamatan saat terjadi kebakaran, tetapi juga mampu menjadi subjek aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, siaga, dan tanggap terhadap risiko kebakaran,” tutupnya.

Pos terkait