Dandim 0607 Kota Sukabumi Berikan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara pada Seminar Mahasiswa

Dandim 0607 Kota Sukabumi, Letkol Inf Dedy Ariyanto saat memberikan wawasan kebangsaan dan Bela Negara pada Seminar Mahasiswa, di Ballroom Balcony, Jalan Selabintana, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (27/10 /2022). | Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Komandan Distrik Militer (Dandim) 0607 Kota Sukabumi, Letkol Inf Dedy Ariyanto berikan wawasan kebangsaan dan Bela Negara pada Seminar Mahasiswa. Acara bertempat di Ballroom Balcony, Jalan Selabintana, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (27/10 /2022).

Dalam seminar bela negara dengan mengusung tema meningkatkan Cinta Tanah Air dikalangan Mahasiswa, melalui pendidikan bela negara yang diselengarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Sukabumi.

Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Dedy Ariyanto dihadapan mahasiswa mengatakan, bicara tentang wawasan kebangsaan itu identik dengan militer. Apa yang telah disampaikan oleh Wali Kota sebelumnya tentang wajib militer.

“Wajib militer itu dipisahkan dengan sipil, yang mana militer itu kesannya seperti otoriter dan keras, padahal wajib militer itu penting dan hampir di setiap negara sudah mempersiapkannya. Bagaimana kita untuk meningkatkan kecintaan terhadap negara dan saya tidak kenal dengan terorisme dan radikalisme, Kita mengenal ancaman militer dan non militer, operasi militer selain perang yakni membantu pemerintah dalam pembangunan,” kata Dedy kepada Lingkarpena.id.

Baca juga:  Aturan Pelaksanaan Kurban di PPKM Darurat, Diantaranya Penyembelihan Disaksikan Secara Online

Lanjut Perwira Menengah TNI ini, akan memperkenalkan tentang TNI, yang mempunyai 3 Matra yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Seperti perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina itu berdampak terhadap negara Eropa dan Barat dan kenapa itu bisa terjadi, karena banyak bahan yang dibutuhkan oleh negara eropa dan barat salah satunya gas.

“Pembentukan karakter memang itu sangat penting dan saya harap adik-adik mahasiswa ini minimal faham untuk menjadi leadership atau memimpin diri sendiri dalam upaya membela negara. Ketika kita berbicara tentang bela negara yaitu sejauh mana kecintaan kita terhadap tanah air dan masing- masing kita harus membela negara dengan fungsinya masing-masing. Motto dalam peperangan yaitu daripada kita hidup menderita lebih baik kita hidup berjuang untuk membela tanah air,” ungkapnya.

Tak hanya itu sambung dia, untuk meningkatkan pemahaman bahasa dan menguasai macam-macam bahasa merupakan salah satu bentuk dalam bela negara. Bahwa dalam UUD 1945 tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan Negara, pendidikan politik, pentingnya menciptakan politik yang sehat.

Baca juga:  Momen Ramadan, Kodim 0607 Kota Sukabumi Bebagi Takjil

“Nah, pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga kondusifitas Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan datang kepemimpinan yang perlu ditanamkan yaitu membentuk karakter cinta tanah air yang kuat,” tandasnya.

Ditempat yang sama Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menambahkan hari ini Kesbangpol secara khusus mengadakan peningkatan bela negara dan khususnya dari anak muda terindikasi mengalami penurunan mengenai kecintaan tanah air dan ini merupakan sebuah upaya percepatan langkah sehingga warga Sukabumi membuat kesepakatan khususnya bela negara.

“Bahwa UUD 1945 tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dlm pembelaan negara, sebagaimana juga melindungi segenap bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia memajukan kecerdasan umum dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia,” bebernya.

Dijelaskan Fahmi, kesadaran bela negara ada 2 unsur yakni berbakti kepada negara, kesedian berkorban beberapa negara ada istilah wajib militer. Semangatnya apa berbakti dan membela. Salah satu permasalahan yang muncul mengenai, peningkatan kwalitas terhadap negeri ini, tantangan globalisasi mau tidak mau adalah bagian atau dapat mengganggu kebangsaan dan globalisasi itu harus mampu untuk dihadapi karena akan menggerus kecintaan terhadap negara kita.

Baca juga:  Dari 30.800 Target, 231 Anak 6-11 Tahun di Kota Sukabumi Sudah Tervaksin, Ini Penjelasan AKBP Zainal

“Bagaimana Sukabumi dipercaturan Indonesia, lalu globalisasi ini membawa berkah bukan membawa musibah dan kita juga harus siap dalam menghadapi globalisasi dan saya menitipkan 2 hal yaitu mempertahankan karakter yang baik dengan berbagai adat dan budaya bangsa Indonesia yang kita miliki. Terlagi menvuasai teknologi agar kita bisa bertahan supaya negara kita tidak ketinggalan dan tidak tergerus oleh negara maju,” pungkasnya.

Selain Dandim 0607 dan Wali Kota Sukabumi, turut hadir Kepala Kesbangpol, Kominfo serta perwakilan mahasiswa Kota Sukabumi yang diikuti sekitar 50 orang.*

 

Sumber:(Pendim 0607)

Pos terkait