LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah perdesaan. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di kawasan transmigrasi lokal UPT Cikopeng, Desa Curugluhur, dan UPT Gunung Gedogan, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, pada Jumat (31/10/2025).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, tersebut bertujuan meninjau perkembangan kawasan permukiman, kesejahteraan masyarakat transmigran, serta efektivitas program pembinaan dan pemberdayaan ekonomi yang telah dijalankan.
“Transmigrasi lokal merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di perdesaan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan kegiatan monev ini, kami ingin memastikan masyarakat transmigran memperoleh fasilitas, lahan, dan dukungan pembinaan yang memadai,” jelas Sigit.
Ia menambahkan, ke depan Disnakertrans akan lebih fokus pada pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, agar kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi permukiman baru, tetapi juga berkembang menjadi sentra ekonomi produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Selain melakukan evaluasi, kami juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan masukan dan kendala di lapangan. Warga sangat mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang terus hadir melalui pembinaan berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Sigit, hasil monitoring tersebut akan dijadikan dasar dalam penyusunan langkah strategis peningkatan pelayanan dan pengelolaan kawasan transmigrasi. Harapannya, program ini dapat memperkuat pemerataan pembangunan dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Sementara itu, Kasi Trantibum Kecamatan Sagaranten, Idar Darotama, yang turut hadir mewakili Camat Sagaranten, memberikan apresiasi atas langkah konkret Disnakertrans dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat transmigran.
“Kami menyambut positif kegiatan ini. Monitoring yang dilakukan menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan kawasan transmigrasi sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah,” ungkap Idar.
Sebagai penutup kegiatan, tim Disnakertrans meninjau sejumlah fasilitas umum dan lahan pertanian warga transmigran. Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan bantuan berupa meja hasil karya peserta pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans untuk MDTA Yayasan Al-Haq Al-Muhajirin, serta 550 batang bibit kopi robusta untuk mendukung pengembangan ekonomi produktif masyarakat.






