DPC FSB Garteks Sukabumi, Tolak Pengajuan Upah Dibawah UMK 2023

Ketua Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil Kulit Sepatu dan Sentra Industri Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS-KSBSI) Kabupaten Sukabumi, saat melakukan diskusi | ist

LINGKARPENA.ID | Rencana pengajuan permohonan sejumlah industri padat karya yang mengajukan sistem pengupahan karyawan di bawah penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2023 kepada Kementrian Ketenagakerjaan, telah menyita perhatian semua kalangan.

Hal tersebut dilontarkan oleh salah Ketua Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil Kulit Sepatu dan Sentra Industri Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FSB GARTEKS-KSBSI) Kabupaten Sukabumi Abdul Aziz Pristiadi.

Baca juga:  25 Rumah Korban Angin Puting Beliung di Sagaranten Sukabumi, Pemdes dan Petugas Turun Tangan

Menurut Abdul Aziz, di Jawa Barat untuk tiga wilayah sudah mengajukan permohonan ke Kementerian Ketenagakerjaan. Ketiga wilayah itu diantaranya Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Purwakarta.

“Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Barat No 561.7/Kep.776-Kesra/2022 tentang UMK Jabar 2023, UMK di Kabupaten Sukabumi berada dikisaran Rp 3.351.883,19,” kata Azis kepada Lingkarpena.id, Senin (23/01/2023).

Pos terkait