Dua Bocah di Objek Wisata Pantai Minajaya Teriak Histeris, Ini Penyebabnya

FOTO: Sejumlah wisatawan saat menikmati Libur Lebaran di objek wisata Pantai Minajaya, Surade, Kabupaten Sukabumi.| Dok: Jajang S

LINGKARPENA.ID | Dua orang bocah, Muhammad Ali Nurohmat (5) dan Muhammad Sayyid Maulana (6), asal Kampung Cikarang Babakan, Desa Mangunjaya, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, meringis kesakitan usai kakinya menginjak bagian kepala ikan layur di pesisir Pantai Minajaya, pada Selasa (8/4/2025) sekira pukul 13.00 WIB.

Informasi didapat, peristiwa itu terjadi saat keduanya sedang bermain dibibir pantai, tepatnya dibawah land mark Pantai Minajaya. Dan mereka dalam kondisi tidak mengenakan alas kaki.

Yuli (30) ibu dari Muhammad Ali Nurohmat, mengungkapkan, kejadiannya berawal ketika anaknya yang hendak menuju kubangan air untuk berenang tiba tiba jalannya berhenti dan menangis. Karena panik, sang ibu yang sedari tadi berdiri mengawasi anaknya itu langsung menghampiri.

Baca juga:  Inilah Rekomendasi Tiga Tempat untuk 'Papajar' Ramadhan 1446 H, di Pajampangan

“Saya kaget anak saya tiba tiba menangis dan meminta digendong. Anak saya menginjak kepala ikan layur dan gigi gigi ikan itu menancap di kaki anak saya. Saat itu saya panik melihat darah yang keluar,” ungkapnya.

Lanjut ujarnya, kepala ikan yang terinjak anaknya itu adalah ikan mentah, diduga bekas orang yang membersihkan ikan untuk dibakar kemudian bagian kepalanya dibuang.

“Saya menduga bagian kepala ikan itu sengaja dibuang, saat dibersihkan sebelum dibakar,” tambahnya.

Baca juga:  Banjir Bandang: Dua Desa Terisolir di Sukabumi Akibat Jembatan Pelangi Putus, Petani Rugi Jutaan Rupiah

Dalam situasi panik, beberapa menit kemudian kejadian serupa terulang. keponakan Yuli, Muhammad Sayyid Maulana (6), mengalami hal serupa dan kejadinya ditempat yang sama. Situasi semakin panik, kemudian kedua bocah malang tersebut dievakuasi ke gazebo yang berada dipinggir pantai.

“Kepala ikan sama gigi tajamnya di ambil sama kakak saya dan di buang ke tempat sampah, namun sayang saya tidak kepikiran buat poto atau video sebagai bukti, karna panik,” ujar Yuli.

Akibat kejadian itu kedua kondisi bocah tersebut mengalami demam tinggi dan menggigil, lalu keduanya dibawa pulang. Dalam perjalan pulang, Yuli menghubungi tenaga medis langganannya, dan merencanakan untuk membawanya ke tenaga medis tersebut.

Baca juga:  Manggala Garuda Putih DPC Pajampangan Gelar Halalbihalal di Objek Wisata Pantai Minajaya

“Kebetulan bidan tersebut belum pulang dinas, akhirnya bidan itu menyarankan saya untuk membeli obat di apotek,” jelasnya.

Atas kejadian itu Yuli berharap ada himbauan dari pihak berwenang kepada pengunjung untuk tidak membuang bagian bagian bagian ikan yang dapat mencelakak orang.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran dan tak terulang lagi. Dan kepada pihak berwenang menghimbau pengunjung untuk tidak membuang sesuatu, misalnya kepala ikan atau bagian lainnya yang sekiranya dapat mencederai orang,” pungkasnya.

Pos terkait