Paguyuban Jampang Tandang Makalangan Kritisi Retribusi Wisata Minajaya

LINGKARPENA.ID| Diberlakukannya Perda Nomor 15 Tahun 2023 tentang retribusi pariwisata, dimana pada Perda tersebut tercantum bahwa tiket masuk ke objek wisata dihitung berdasarkan jiwa, yakni dewasa Rp 12.000 dan untuk anak anak Rp7.000.

Dari nominal tersebut sekitar Rp2.000 dialokasikan untuk membayar premi asuransi, yang akan menanggung pembiayaan jika terjadi laka laut.

Tarif retribusi yang dianggap mahal itu sontak memicu reaksi warga net yang ramai ramai meng-uploadnya dimedia sosial Facebook belakangan ini.

Ketua Umum Jampang Tandang Makalangan Hendra Permana, S.sos.M.M menanggapi polemik tersebut.

Baca juga:  Pokdarwis Minajaya Beach Monitoring Lokasi Wujud Kesiapan

Menurutnya, tarif retribusi wisata yang berlaku sekarang akan terjadi keresahan di masyarakat.

“Tarif retribusi tersebut terlalu tinggi, karena keberadaan fasilitas penunjang dan sarana wisata yang ada di Pantai Minajaya belum memadai, sehingga itu dianggap akan memberatkan masyarakat,”

Lebih lanjut kata Hendra, dirinya menyarankan agar pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dan DPRD wajib meninjau ulang besaran tarif retribusi tersebut. Retribusi itu harus dipahami berkaitan erat dengan azas manfaat yang didapat oleh masyarakat atau pengguna yang dikenakan retribusi.

Baca juga:  Gapai Berkah Ramadan, Paguyuban JTM Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Dhuafa di Surade Sukabumi

“Penerapan tarif retribusi harus berbanding lurus dengan fasilitas yang ada. Retribusi bisa diberlakukan tapi azas manfaatnya bagi masyarakat wajib direalisasikan,” imbuhnya.

Kalau kondisinya belum baik seperti yang ada di Pantai Minajaya dan Ujunggenteng, Hendra menyarankan agar tarif retribusi tersebut ditinjau ulang.

Selain menyoroti retribusi wisata, Hendra menyoal pula tentang pungutan retribusi parkir. Menurutnya jika belum ada dan tersedia lahan parkir yang memadai serta tatakelola dan management yang baik, sebaiknya itu pun perlu dikaji ulang.

Baca juga:  Sejarah Baru Touring Ngabumi Wisata Sukabumi Jilid 2, Hadirkan Ikan Bakar Terpanjang

“Hari ini terjadi pungutan parkir, sementara tidak disiapkan dengan kesiapan sarana parkir yang memadai, pola pengelolaan dan pengamanan yang juga belum termanag dengan baik, kalau mau diterapkan wajib dilihat sarana dan prasarana parkirnya sudah memadai atau belum,” tandasnya.

Kalau kondisinya seperti sekarang, kata Hendra, jelas masyarakat akan menolak dan komplain. Dirinya atas nama DPP Paguyuban Jampang Tandang Makalangan menyerukan besaran tarif retribusi wajib mempertimbangkan kondisi kelayakan dilapangan.

Pos terkait