Dua Tuntutan SPI Jampang Tengah Soal HGU Bumiloka

Pengurus SPI Jampang Tengah dan masyarakat penggarap eks HGU PT Bumiloka saat menyampaikan aspirasinya di Kecamatan Jampang Tengah, Rabu (23/3/2022). | Foto: Aris Wbs

LINGKARPENA.ID – Masyarakat petani pengarap di dua desa yaitu antara desa Panumbangan dan Cijulang, yang merupakan penggarap lahan Eks PT Bumiloka Jampang Tenggah Kabupaten Sukabumi sampaikan kekecewaan.

Kekecewaan itu mereka sampaikan melalui audiensi yang digelar di Aula Kecamatan Jampang Tengah. Para petani penggarap menyoal proses perizinan yang tinggal dua puluh persen hampir rampung, pada Rabu, (23/03/2022).

Baca juga:  NFA Gandeng Kementan dan BUMN Mobilisasi Sapi Lokal Penuhi Kebutuhan HKBN 2022

Unang Kuswandi selaku Pengurus Anak Cabang (PAC) Serikat Petani Indonexia (SPI) Jampang Tengah mengatakan, sementara ini petani dan masyarakat menolak perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumiloka seluas 1.656 hektar itu. Menurutnya yang menjadi skala prioritas reforma agraria dan masa aktif  HGU PT Bumiloka diketahui sampai tahun 2016 tanggal 30 Desember silam.

Baca juga:  Masyarakat Desa Panumbangan Jampang Tengah, Swadaya Perbaiki Saluran Irigasi Cipanumbangan

“Kami mengetahui masa aktif HGU PT Bumiloka Jampang Tengah ini masa aktifnya sudah habis di tahun 2016 silam. Seharusnya jika mau perpanjangan sebelum tahun 2016 sudah ada preses,” terang Unang kepada lingkar pena.

Lanjut Unang, dengan adanya rumor perpanjangan HGU yang perizinanya sudah delapan puluh persen rampung, dalam hal ini kami menuntut dua persoalan pada pihak kecamatan.

Pos terkait