LINGKARPENA.ID | Bencana hidrometeorologi yang melanda Kampung Cidadap, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak banjir. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan langkah cepat pemulihan dan perlindungan bagi masyarakat korban bencana.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui akun media sosial pribadinya. Ia menyampaikan bahwa banjir yang terjadi mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, baik kategori rusak ringan maupun rusak berat.
“Telah terjadi banjir di Sukabumi, tepatnya di Kampung Cidadap, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Akibatnya beberapa puluh rumah rusak ringan dan beberapa puluh rumah lainnya rusak berat,” ujar Dedi Mulyadi.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil kebijakan relokasi bagi warga yang rumahnya berada di wilayah rawan banjir dan longsor.
“Pada rumah-rumah yang memiliki potensi terjadi banjir dan longsor kembali, kami memilih relokasi atau memindahkan ke tempat yang aman dengan membangun kampung yang baru. Dan seluruh biayanya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.
Selain itu, Dedi Mulyadi memastikan warga yang rumahnya sudah tidak dapat dihuni tidak perlu tinggal di tenda darurat. Pemerintah mendorong warga untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat terdekat.
“Terhadap warga yang hari ini rumahnya tidak bisa dihuni lagi, saya memutuskan untuk tidak usah bikin tenda darurat. Sebaiknya mengungsi ke rumah saudara atau rumah teman dekat lainnya yang bisa diisi,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, mulai hari berikutnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan bantuan biaya sewa atau kontrak rumah bagi warga terdampak.
“Mulai besok, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan uang untuk kontrak rumah atau sewa rumah selama rumah permanen belum disiapkan. Artinya, uang tersebut bermanfaat untuk setahun ke depan,” ungkap Dedi.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir, karena pemerintah akan terus hadir dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga.
“Untuk semua warga, mohon tenang. Kami akan senantiasa hadir menyelesaikan berbagai bentuk problem warga dan masyarakat,” katanya.
Namun demikian, Gubernur Jawa Barat juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar bersama-sama menjaga kelestarian alam dan lingkungan sebagai upaya pencegahan bencana ke depan.
“Saya mengingatkan seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk ikut serta menjaga alam dan lingkungannya, bersama-sama menghentikan berbagai galian ilegal yang berdampak pada terjadinya banjir dan longsor, serta menghentikan penebangan pohon atau penggundulan hutan,” tegasnya.
Bahkan terhadap aktivitas pertambangan yang memiliki izin resmi namun berpotensi menimbulkan bencana, Dedi menegaskan akan mengambil tindakan tegas.
“Apabila ada penambangan yang berizin resmi tetapi berpotensi menimbulkan bencana, untuk segera dilaporkan. Kami akan segera melakukan penghentian karena kebutuhan mendesak keselamatan warga,” pungkasnya.
Langkah cepat dan tegas Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen perlindungan lingkungan demi keselamatan masyarakat di masa mendatang.






