LINGKARPENA.ID | Minggu pagi, (25/8), warga Kampung Cigarung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, digemparkan oleh penemuan sejumlah hewan ternak berupa kambing dan domba dalam kondisi tewas dengan luka menganga di bagian leher.
Dugaan sementara, hewan-hewan tersebut menjadi korban serangan macan tutul atau harimau lokal yang sering disebut “selang” oleh masyarakat setempat.
Kejadian ini pertama kali terungkap melalui video berdurasi 29 detik yang beredar di kalangan warga dan diterima oleh Radar Sukabumi. Dalam video tersebut, terlihat empat ekor kambing tergeletak mengenaskan, diduga kuat mati akibat gigitan hewan buas.
Seorang pria dalam video tersebut memperingatkan warga agar waspada, terutama mereka yang memiliki kambing di kandang yang jauh dari rumah.
“Hati-hati yang punya kambing, kejadian di Cicukang, Cigarung. Korban selang ini, tiga ekor korban,” kata pria tersebut dalam video.
Kepala Desa Mekarjaya, Wida, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut laporan warga, empat ekor kambing yang sudah berukuran besar ditemukan tewas dengan luka yang mencurigakan, diduga akibat serangan macan tutul.
“Tiga ekor ditemukan sudah mati, dan satu ekor lagi yang masih hidup langsung disembelih oleh pemiliknya,” ujar Wida.
Kejadian ini bermula pada Sabtu malam (24/8), ketika pemilik kambing baru saja pulang dari berbelanja. Ketika melintasi kandangnya, ia melihat sesosok macan tutul melompat keluar dari kandang yang diterangi oleh lampu motor. Rumah pemilik dan kandang kambing memang terletak di area pelosok, dekat dengan kebun sawit dan hutan.
“Saat itu pemilik melihat hewan belang hitam, yang oleh warga disebut selang,” jelas Wida.
Setelah memeriksa kandangnya, pemilik kambing menemukan hewan peliharaannya sudah tergeletak mati dengan luka bekas gigitan di leher. Lokasi kejadian memang dekat dengan hutan Perhutani dan kawasan air terjun, seperti Curug Cikanteh dan Curug Sodong, yang menjadi habitat alami bagi satwa liar.
Ini bukan pertama kalinya warga Ciemas diresahkan oleh kemunculan macan tutul. Sebelumnya, Kamis (22/8), seekor macan tutul berukuran besar dengan berat diperkirakan mencapai 40-50 kilogram terlihat berkeliaran di semak-semak perkebunan dekat Kampung Cijambe, Desa Tamanjaya. Kemunculannya sempat membuat warga ketakutan karena lokasinya tak jauh dari pemukiman.
“Warga kini dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga hewan ternak mereka, terutama di malam hari, mengingat ancaman dari hewan buas tersebut masih mungkin terjadi,” tandasnya.






