Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Kalibunder, Puluhan KK Terdampak

FOTO: Kondisi di Kalibunder, pasca diterjang banjir dan longsor, pada Minggu (12/4) akibat cuaca ekstrem.[dok.p2bk]

LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu malam (11/4/2026), memicu rangkaian bencana alam berupa banjir, longsor, hingga pergeseran tanah di sejumlah desa.

 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu mengubah suasana malam menjadi mencekam. Derasnya hujan membuat debit air drainase meningkat hingga sekitar satu meter, meluap ke permukiman warga dan memicu kerusakan di beberapa titik rawan.

 

Di Desa Balekembang, dampak bencana terasa paling luas. Sejumlah kampung seperti Peuntasan Bayur, Balekambang, Cikurutug, Talaga, Cipesar, Citamiang, hingga Tonjong terdampak banjir, longsor, dan pergeseran tanah. Tak hanya itu, Desa Kalibunder dan Desa Sukaluyu juga mengalami banjir dan longsor di beberapa kampung, termasuk Sukasari (Ciguha), Karanggenteng, Purbasari, hingga Cibuntu.

Baca juga:  Rumah Ambruk di Simpenan, Lansia Tertimpa Runtuhan

 

Data sementara mencatat, sedikitnya 18 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Balekembang, disusul 4 KK terdampak pergeseran tanah, serta 8 KK terdampak longsor. Sementara di Desa Kalibunder, tercatat 10 kepala keluarga turut terdampak.

 

Meski tidak ada laporan korban jiwa maupun warga mengungsi, situasi sempat membuat warga panik. Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya bertahan dan bergotong royong membersihkan rumah dari material lumpur dan sisa genangan air.

Baca juga:  IRT di Wangunreja Sukabumi Tewas Mengenaskan

 

Camat Kalibunder, Sri Resmiati, mengatakan pihaknya bersama unsur terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan.

 

“Kami segera melakukan assessment ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Satpol PP. Sebagian warga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan saat ini masyarakat bersama petugas bergotong royong membersihkan rumah yang terdampak,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang masih mendung menjadi perhatian serius, mengingat potensi hujan susulan masih bisa terjadi.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem: Rumah Warga Cidolog Sukabumi Ambruk

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, terutama hujan yang disertai angin dan petir,” tambahnya.

 

Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi karung, turap atau bronjong untuk penahan tanah, terpal, serta bantuan sembako bagi warga terdampak.

 

Di tengah situasi sulit, semangat kebersamaan warga Kalibunder justru menjadi pemandangan yang menghangatkan. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu membersihkan lingkungan, menunjukkan bahwa solidaritas masih menjadi kekuatan utama saat bencana datang.

 

Laporan sementara ini masih akan terus diperbarui seiring perkembangan kondisi di lapangan.

Pos terkait