LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (07/12/2025) menyebabkan terjadinya kerusakan bangunan rumah warga di Kecamatan Parungkuda. Sebuah dinding kamar milik warga di Kampung Bilang, RT 001/001, Desa Sundawenang, roboh sekitar pukul 17.50 WIB.
Bangunan tersebut diketahui merupakan rumah milik Bapak Miftahudin (53). Robohnya dinding kamar menyebabkan bagian ruang tidur tidak dapat ditempati sementara. Meski tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa, namun kejadian tersebut mengancam keselamatan 1 Kepala Keluarga dengan total 3 jiwa yang tinggal di rumah tersebut.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan bahwa penyebab utama kejadian adalah hujan deras yang berlangsung sejak siang hingga sore hari. “Berdasarkan hasil assessment di lapangan, dinding kamar jebol akibat tekanan air dan kondisi tanah yang mulai labil setelah diguyur hujan intensitas tinggi,” ujar petugas P2BK Parungkuda dalam laporan resmi.
Setelah menerima laporan dari Pemerintah Desa Sundawenang, tim P2BK Parungkuda langsung bergerak ke lokasi bersama unsur terkait. “Kami berkoordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, serta Kepala Dusun untuk melakukan pemeriksaan kondisi bangunan dan memastikan keselamatan penghuni,” tambahnya.
Untuk sementara, keluarga terdampak dipindahkan ke ruang lain yang lebih aman karena kamar tidak layak ditempati. Pihak BPBD menyebutkan kebutuhan mendesak bagi korban adalah terpal dan material bangunan untuk penanganan darurat dan perbaikan awal.
Perangkat Desa Sundawenang menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah terkendali. “Kami terus memantau situasi di lokasi dan memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan awal. Kejadian ini menjadi pengingat agar masyarakat tetap waspada, terutama pada musim penghujan,” ungkap perwakilan Pemdes Sundawenang.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan kerusakan bangunan akibat cuaca ekstrem. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.






