Hujan Lebat Picu Longsor, Banjir, dan Cuaca Ekstrem di Tiga Kecamatan Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) melaporkan terjadinya sejumlah bencana alam di tiga kecamatan akibat intensitas hujan tinggi dan cuaca ekstrem, Sabtu (31/1/2026).

 

Berdasarkan Laporan Harian Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi per Sabtu malam pukul 22.55 WIB, bencana yang terjadi meliputi longsor, banjir, serta dampak cuaca ekstrem di Kecamatan Gegerbitung, Cidahu, dan Cikidang.

 

Bendungan Leuwi Benda Jebol di Gegerbitung

 

Di Kecamatan Gegerbitung, hujan lebat yang terjadi selama beberapa hari terakhir mengakibatkan Bendungan Leuwi Benda tergerus hingga jebol. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di Kampung Lembur Sawah RT 017 RW 05, Desa Cijurey.

Baca juga:  Bangunan Sekolah di Caringin Sukabumi Ambruk, Ini Penyebabnya

 

Akibat kejadian ini, bendungan mengalami kerusakan serius dan menimbulkan ancaman gagal panen bagi warga sekitar.

 

Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Cidahu

 

Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Kecamatan Cidahu pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Kampung Babakan Jampang RT 003 RW 009, Desa Jayabakti.

 

Pohon tumbang sempat menghalangi akses jalan warga, namun saat ini material pohon telah berhasil dievakuasi dan kondisi dinyatakan aman.

 

Banjir Rendam 21 Rumah di Cikidang

 

Banjir juga terjadi di Kecamatan Cikidang pada Sabtu malam (31/1/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Hujan deras di wilayah setempat dan kiriman air dari hulu sungai menyebabkan banjir yang merendam pemukiman warga di Kampung Cikidang Hilir RW 002 dan RW 003, Desa Cikidang.

Baca juga:  TPT di Aliran Sungai Cisuda Kota Sukabumi Ambruk, Dua Rumah Terdampak

 

Sedikitnya 21 rumah warga dilaporkan terendam banjir akibat kejadian tersebut.

 

BPBD Terus Lakukan Pemantauan Intensif

 

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan.

 

“Kami terus memantau perkembangan situasi di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi melalui WAG P2BK, media sosial, radio Ratel, serta aplikasi kebencanaan seperti InaRisk dan InaSafe. Masyarakat diimbau tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi,” ujar Daeng Sutisna.

Baca juga:  Ulat Resahkan Siswa PAUD Mustika, Damkar Parungkuda Lakukan Animal Rescue dan Pemusnahan

 

Ia juga menambahkan bahwa BPBD telah menyebarkan informasi peringatan dini cuaca melalui berbagai kanal resmi, termasuk aplikasi BMKG dan sistem peringatan dini WRS New Gen.

 

Cuaca dan Peringatan Dini

 

Berdasarkan pantauan Pusdalops, cuaca di Kabupaten Sukabumi pada Sabtu malam terpantau hujan ringan dengan suhu udara 23 derajat Celsius, kelembaban 95 persen, serta angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 2 kilometer per jam. BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kejadian darurat ke pihak berwenang.

Pos terkait