LINGKARPENA.ID | Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sukabumi pada Rabu (17/12/2025) memicu terjadinya sejumlah bencana alam berupa tanah longsor dan banjir di beberapa kecamatan. Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi dalam laporan harian pukul 21.00 WIB.
Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya empat kejadian tanah longsor dan satu kejadian banjir terjadi di wilayah berbeda. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut berdampak pada akses jalan, rumah warga, serta aktivitas masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa longsor umumnya dipicu oleh kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi sejak dini hari.
“Hujan lebat dengan durasi cukup panjang menyebabkan beberapa titik tebing mengalami longsor. Sebagian berdampak pada rumah warga dan akses jalan lingkungan, namun Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Adapun kejadian tanah longsor pertama terjadi di Kampung Batununggal RT 004 RW 004 Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, sekitar pukul 02.17 WIB. Longsoran tebing sepanjang 12 meter dan tinggi 4 meter mengancam dua unit rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total 10 jiwa.
Kejadian serupa juga terjadi di Kampung Caringin Pasir RT 009 RW 003 Desa Caringin Kulon, Kecamatan Caringin, pada pukul 06.00 WIB. Longsor dengan panjang sekitar 10 meter menyebabkan ruas jalan lingkungan terdampak dan mengganggu mobilitas warga.
Sementara itu, di Kampung Cirampo RT 042 RW 009 Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, longsor terjadi pada pukul 05.00 WIB dan mengakibatkan jalan penghubung menuju jembatan Sungai Cimandiri putus, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Longsor lainnya terjadi di Kampung Karawang Kidul RT 002 RW 012 Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi, sekitar pukul 03.00 WIB, yang berdampak pada satu unit rumah milik warga atas nama Ilah Rohillah.
Selain tanah longsor, banjir juga melanda Kampung Bojongsari Desa Mekar Asih, Kecamatan Simpenan, pada pukul 17.30 WIB. Hujan deras sejak pukul 10.00 WIB menyebabkan genangan air yang melumpuhkan ruas jalan utama sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Petugas BPBD bersama aparat desa dan unsur terkait telah melakukan pemantauan, pendataan, serta koordinasi penanganan di lokasi kejadian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi,” tambah Kalak BPBD.
BPBD Kabupaten Sukabumi terus siaga dan siap melakukan langkah tanggap darurat apabila terjadi perkembangan lanjutan di lapangan.






