LINGKARPENA.ID | Sejumlah petani di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, mengharapkan pihak terkait segera memperbaiki saluran irigasi Ciletuh yang mengalami kerusakan sejak 2025 lalu. Kerusakan tersebut dikhawatirkan mengganggu kelancaran pengairan sawah, terutama menjelang musim tanam.
Saluran irigasi yang mengalami kerusakan berada di Kampung Cimaja 3, Kedusunan Bantar Limus, Desa Cibenda. Hingga saat ini, kondisi saluran yang amblas tersebut disebut belum mendapatkan penanganan, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani yang mengandalkan aliran irigasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan air persawahan mereka.
Para petani berharap perbaikan dapat segera direalisasikan agar distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan dengan baik. Terlebih, memasuki musim penghujan, kerusakan saluran dikhawatirkan semakin meluas apabila tidak segera ditangani.
Kepala Desa Cibenda, Adi Rizwan, membenarkan adanya kerusakan pada saluran irigasi Ciletuh di wilayah Kampung Cimaja 3, Kedusunan Bantar Limus.
Menurut Adi, kerusakan berupa bagian saluran yang amblas tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter. Kondisi itu perlu segera mendapatkan perhatian agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah.
“Betul, saluran irigasi Ciletuh di Kampung Cimaja 3, Kedusunan Bantar Limus, mengalami kerusakan atau amblas dengan panjang kurang lebih 30 meter,” ujar Adi Rizwan.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya apabila kerusakan tersebut belum tertangani saat musim penghujan tiba. Debit air yang meningkat berpotensi memperparah kondisi saluran yang sudah mengalami kerusakan.
“Kami khawatir jika memasuki musim penghujan kerusakan ini belum diperbaiki, kondisinya bisa semakin melebar. Karena itu, kami berharap pihak terkait dapat segera melakukan penanganan sebelum kerusakan bertambah parah,” ungkapnya kepada lingkarpena. id, Senin ( 26/10/26 ).
Adi juga berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari instansi berwenang agar saluran irigasi tersebut dapat kembali berfungsi optimal, sehingga kebutuhan air bagi para petani di Desa Cibenda tetap terpenuhi.
Sementara itu, para petani yang memiliki lahan persawahan di sepanjang aliran irigasi Ciletuh juga menyampaikan harapan serupa. Mereka menginginkan adanya perbaikan secepatnya, mengingat keberadaan saluran irigasi tersebut sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian.
“Kami berharap saluran irigasi ini segera diperbaiki. Jangan sampai kerusakan yang sudah berlangsung cukup lama ini menghambat pengairan sawah dan mengganggu musim tanam kami. Apalagi kalau musim penghujan tiba, kami khawatir kerusakannya semakin parah,” harap salah seorang warga petani.
Bagi para petani, kelancaran pengairan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian. Apabila saluran irigasi tidak berfungsi sebagaimana mestinya, hal itu berpotensi menyulitkan petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan persawahan mereka.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dan instansi teknis terkait segera melakukan peninjauan serta mengambil langkah perbaikan terhadap saluran irigasi Ciletuh tersebut.
Dengan penanganan yang tepat dan cepat, diharapkan saluran irigasi dapat kembali berfungsi normal, kerusakan tidak semakin meluas, serta para petani di Desa Cibenda dapat menjalankan musim tanam dengan lebih tenang.






