Jelang Nataru, Polres Sukabumi Kota Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Knalpot Brong

Pemusnahan ribuan botol miras di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.| Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Menjelang Nataru Polres Sukabumi Kota memusnahkan ribuan botol minuman beralkohol (Mihol) dan ratusan knalpot brong di kawasan terminal Tipe A Kota Sukabumi, Jalan Lingkar Selatan, Baros Kota Sukabumi, Kamis (21/12/2023).

Dari informasi yang dihimpun dilapangan ada sebanyak 6.170 botol mihol dari berbagai merk dan 772 buah knalpot brong yang berhasil diamankan selama 5 bulan terakhir. Semua barang bukti dimusnahkan secara simbolis oleh unsur Forkopimda Kota Sukabumi.

“Ini hasil Operasi yang kami lakukan dalam kurun waktu 5 bulan. Kami berhasil mengumpulkan 6.170 botol miras dari berbagai merk. Dan untuk knalpot brong ada 707 buah,” kata Wakapolres Sukabumi Kota, Kompol Tahir Muhiddin kepada awak media.

Baca juga:  Pelajar Terkena Sabetan Celurit di Kota Sukabumi

Lanjut dia, ribuan botol mihol tersebut hasil sitaan dari beberapa oknum penjual jamu yang beraktifitas di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

“Kebanyakan mihol yang diamankan petugas ini dari penjual jamu dan saat petugas razia tidak mrmiliki izin. Ya sehingga kami tindak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tandasnya.

Ditempat yang sama, PJ. Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji menambahkan kegiatan razia yang dilakukan Polres Sukabumi Kota terhadap salah satu pemicu tindak kejahatan merupakan upaya cipta kondisi. Razia dalam rangka menciptakan kondusifitas kamtibmas selama perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) tentunya pemerintah sangat mendukung.

Baca juga:  Wali Kota Sukabumi, Apresiasi Ponpes Baiti Jannati Gagas Pasar Umat

“Ya, hari ini kami bersama pihak Forkopimda musnahkan barang bukti miras (minuman keras) sebanyak 6.170. Ya untuk mengantisipasi saat perayaan natal dan tahun baru agar Kota Sukabumi kondusif. Tentu keberhasilan ini berkat kerja keras Polri dan stakeholder terkait,” paparnya.

“Iya, hari ini sekaligus juga pemusnahan knalpot brong. Knalpot itu kan seyogyanya dipakai di sirkuit, bukan digunakan di jalan Raya. Sudah tentu mengganggu kenyamanan masyarakat,” tndasnya.

Baca juga:  Pemkot Sukabumi Berikan Insentif para Pemilik LP2B

Pj Wali Kota Sukabumi berharap masyarakat tidak lagi untuk menjual minuman yang di larang oleh undang-undang dan aturan. Selain itu juga termasuk penggunaan knalpot brong. Kedua hal tersebut jelas sangat berdampak pada kenyamanan warga masyarakat lainnya di Kota Sukabumi.

Pos terkait