LINGKARPENA.ID | Warga pengguna jalan ruas Surade – Ciracap Kabupaten Sukabumi keluhkan kondisi jembatan Cikarang Girang yang dipenuhi air. Kondisi itu sering terjadi, puncaknya pada Sabtu 6 Juli 2024, sekira pukul 15.00 WIB.
Luberan air hujan tersebut menggenang dan memenuhi badan jembatan, sehingga aktivitas pengguna jalan dari Ciracap maupun Surade atau sebaliknya menjadi terhambat.
Pantauan lingkarpena.id dilapangan, penyebab terjadinya genangan air yang memenuhi badan jembatan tetsebut, antara lain akibat tersumbatnya lubang pembuangan yang terdapat di sisi badan jembatan.
Selain itu drainase yang terdapat di kiri kanan jalan tersumbat sampah dari sisa tebangan pohon.
Disamping itu, pada Sabtu 6 Juli 2024, curah hujan cukup tinggi.
“Banjir itu terjadi kemarin, Sabtu ( 7 Juli – red ) genangan air cukup parah. Sebagai pengguna jalan saya merasa terganggu. Kalau tidak ditangani segera dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan,” tutur Obin Mural (46), warga Kecamatan Ciracap yang kini tinggal di Jakarta.
Selain Obin Mural, hal senada diungkapkan Didi ( 48 ) warga Kampung Cicariu, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, mengaku pernah melihat genangan air hampir menutupi badan jembatan.
“Selasa malam sekitar jam 23.00 WIB sewaktu saya lewat ke sana sebagian badan jalan tergenang air. Waktu itu hujannya cukup deras,” papar Diki.
Tergenangnya air di badan jembatan penghubung dua kecamatan, Kecamatan Surade dan Ciracap ini perlu perhatian pihak pengelola.
Sebab jika tidak ditangani segera dikhawatirkan terjadi sesuatu yang menyebabkan kerusakan pada jembatan tersebut. Sementara jembatan itu merupakan akses terdekat menuju ke Kecamatan Ciracap, juga sebaliknya, dari Ciracap ke Surade.
“Keadaan itu perlu segera ditangani pihak pengelola, bukan apa apa jika jembatan rusak jelas aktivitas warga akan terhambat. Jembatan itu satu satunya penghubung terdekat antara Kecamatan Surade dengan Ciracap,” ujarnya.
“Kalau jembatan itu rusak warga Surade yang hendak pergi ke Ciracap, juga sebaliknya, harus lewat jalan alternatif yang jaraknya cukup jauh,” sambung Obin Mural.
Kepala UPTD PU Jampangkulon Rudi Abe ketika dikonfirmasi menuturkan, banjir pada Sabtu 6 Juli 2024 terjadi karena adanya material kayu sisa penebangan warga yang menyumbat selokan di kiri – kanan ruas jalan Pasiripis – Ciracap. Disamping itu, hujan turun dengan intensitas tinggi.
Mendapat laporan tersebut, Rudi Abe dengan jajarannya melakukan penanganan sementara ,yakni pengangkatan manteril kayu dan rencananya keesok harinya akan dilaksanakan pengangkatan sebdiman pada selokan tembok yang berdekatan dengan jembatan Cikarang.
“Material kayu sisa tebangan warga sudah kami angkat, dan besok kami akan lakukan pengangkatan sebdiman pada selokan tembok. Dan pada Sabtu kemarin curah hujan cukup tinggi,” pungkas Rudi kepada lingkarpena.id






