LINGKARPENA.ID | Jujun Juaeni staf ahli Bupati mewakili Bupati Sukabumi H Marwan Hamami meresmikan Masjid Besar Birrul Walidain Kecamatan Lengkong, Selasa 3 September 2024. Dalam kesempatan tersebut Jujun menyampaikan pesan pesan penting bagi masyarakat Lengkong.
“Di masjid segogyanya ada aktivitas lima kali dalam sehari. Jika tidak demikian bukan masjid namanya. Masjid selain sebagai tempat beribadah juga sebagai tempat pembinaan umat. Mudah mudahan mesjid yang diresmikan dan menjadi kebanggaan warga Kecamatan Lengkong ini bisa dimakmurkan oleh warganya”.
Demikian hal itu disampaikan staf ahli Bupati Kabupaten Sukabumi Jujun Junaeni saat memberikan sambutannya di acara peresmian Masjid Besar Birrul Walidain, di Kampung Ciganggeng Raya,
Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan yang digelar Pemdes Tegallega dan Pemcam Lengkong itu merupakan rangkaian acara Hari Ulang Tahun Desa Tegallega Ke 40, peletakan batu pertama pembangunan kantor Desa Tegallega, Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke 154, dan menyambut Muharam 1446 H. Puncak acara akan diisi dengan tabligh Akbar dan qori oleh Muammar ZA.
Hadir dalam acara tersebut unsur forkopimda, Forkopimcam, Ormas, OKP, tokoh masyarakat, tokoh agama, para kepala dinas instansi Kecamatan Lengkong dan undangan lainnya.
Camat Lengkong Ade Rickman dalam sambutannya mengatakan, kecamatan Lengkong dengan masyarakatnya sangat luar biasa. Menurut dia, visi Kabupaten Sukabumi , terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang religius, maju, inovatif, menuju masyarakat yang sejahtera lahir batin, yang beriman dan berbudaya juga berdaya saing, miniaturnya ada di Kecamatan Lengkong.
“Alhamdulilah kami di Kecamatan Lengkong menjalin sinergitas dengan semua unsur. Kami sadar bahwa jalinan kerjasama dengan fentahalik sangan diperlukan untuk sebuah kemajuan,” ucap Ade Rickman.
Sambung dia, Kecamatan Lengkong dengan jargon Inovatif, Harmonis, Optimis, dan dengan Ngaji (Inohong) siap mendukung dan mensukseskan visi misi Kabupaten Sukabumi.
“Kecamatan Lengkong terdiri 5 desa, 22 kedusunan, 48 RW, dan 170 RT, dengan beragam kehidupan masyarakatnya siap mensukseskan visi misi Kabupaten Sukabumi,” tandas Ade Rickman.
Sementara Kepala Desa Tegallega Fuad Abdul Latif kepada lingkar pena.id menuturkan, pembangunan Masjid Besar Birrul Walidain yang pelaksanaanya satu tahun, dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 2 miliar yang bersumber dari swadaya sebesar 30 persen serta bantuan Yayasan sebesar 70 persen.
“Masjid ini menjadi masjid besar kecamatan. Nantinya selain sebagai pusat peribadatan juga sebagai pusat pergerakan perjuangan soal keagamaan. Selain pelaksanaan salat fardhu kegiatan lain seperti pengajian mingguan untuk anak-anak, dewasa juga pengajian bulanan,” singkat Fuad.
Unang Sudarma yang hadir di acara tersebut saat dikonfirmasi terkait dengan kegiatan itu menuturkan, ia mengapresiasi apa yang telah dilakukan pemerintah Desa Tegallega dan Pemcam Lengkong.
“Saya mengapresiasi adanya kolaborasi yang terjalin antara pemerintah Desa Tegalega dengan Pemerintahan Kecamatan Lengkong juga pihak lain sehingga terbangunnya masjid yang sungguh megah. Semoga adanya Masjid besar ini bisa menambah dan meningkatkan kegiatan keagamaan di masyarakat. Tapi jangan lupa membayar zakat..,” sambung Unang memungkas.






