Kades di Sukabumi Minta Aparat Desa Laporan Warganya yang Tinggal di Rumah Reyot

Ilustrasi rumah berdinding bilik bambu.| Net

LINGKARPENA.ID | Tersiarnya berita warga Kampung Cikeuyeup, RT 11/04, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, bernama Nurani (40) yang tinggal dan hidup di rumah reyot bersama ketiga anaknya, membuat Kepala Desa Cijulang, Jalaludin, angkat bicara.

Menurut Jalaludin, pihaknya meminta maaf karena adanya masalah tersebut. Hanya katanya, semua karena miskomunikasi yang terjadi dilapangan.

“Saya secara pribadi baru tahu hari ini. Saya langsung cek ke lapangan. Ternyata ketua RT setempat juga kadusnya tidak update melakukan pelaporan ke desa,” jelas Jalaludin kepada lingkarpena.id Selasa,  (18/06/2024).

Sebagaimana diketahui, Nurani (40), warga Kampung Cikeuyeup RT 11/04, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, tinggal bersama ke tiga anaknya di rumah yang nyaris ambruk.

Baca juga:  Nasib Janda Tua di Jampangkulon Tinggal di Rumah Reyot

Nurani yang bekerja sebagai buruh serabutan, mengaku cemas karena rumah yang ditempati bersama ketiga anaknya itu. Anak pertama perempuan usia 14 tahun, dan anak kedua perempuan usia 7 tahun, serta anak bungsu laki-laki usia 1 tahun, dikhawatirkan saat berada di dalam rumah kemudian, ambruk.

Rumah berdinding bilik lapuk itu pada bagian langit langitnya sudah pada bocor. Dan ketika turun hujan, Nurani mengaku berpindah pindah posisi untuk menghindari tetesan air hujan

Baca juga:  Rumah Warga di Kalibunder Dilumat Sijago Merah, Ini Kerugiannya

“Kami sangat cemas, bila sewaktu-waktu rumah ini roboh,” kata Nurani kepada awak media.

Tidak hanya itu, rumah  panggung reyot itu pada bagian lantainya yang terbuat dari anyaman bambu, tampak keropos dan lapuk. Jika tidak berhati hati menginjak pasti terperosok.

“Lantainya bolong, lantai rumah bergoyong dan rapuh, pelan-pelan kaki takut terperosok,” jelasnya.

“Kalau pakaian dan kasur didalam, kita benahi cari ember buat nahan air hujannya. Sering koslet kena air, listrik juga numpang dari orang tua, ada genteng sering jatuh, khawatir banget apalagi kalau mau hujan,” katanya

Baca juga:  Rumah Warga Simpenan Sukabumi Ludes Dilahap Api, Ini Penyebabnya

Nurani berharap dari bantuan dari pemerintah dimasukan bagian program Rumah Tidak Layak Huni.

Kepala Desa Cijulang Jalaludin kepada lingkarpena.id menjelaskan, warganya bernama Nurani itu belum terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baik bansos BPNT maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kalau bansos BPNT ataupun PKH sih belum terdaftar, tapi saat ini ia sudah terdaftar sebagai peserta BPJS KIS. Untuk BPNT dan bansos PKH sudah diproses, tinggal menunggu hasilnya,” tandas Jalaludin.

Pos terkait