LINGKARPENA.ID | Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar SMK di wilayah Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti. Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu kembali menjadi sorotan setelah keluarga korban menyuarakan keluhan atas lambannya penanganan hukum, pada Jumat (15/5).
Video kejadian yang beredar luas di Facebook dan aplikasi perpesanan memperlihatkan seorang pria memarahi pelajar berseragam olahraga. Dalam rekaman berdurasi sekitar 1 menit 30 detik tersebut, korban tampak memegang bagian pipinya, diduga akibat tamparan. Seorang perempuan juga terlihat berupaya melerai insiden tersebut.
Korban diketahui bernama Aji Yansum Ashar, siswa kelas 10 SMKN 1 Surade, warga Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Rabu, 19 November 2025.
Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula saat korban pulang sekolah menggunakan sepeda motor. Ketika melintas di jalan berlubang, ban motor yang dikendarainya tanpa sengaja mencipratkan air ke arah terduga pelaku yang berpapasan.
Tak terima, pelaku disebut langsung melakukan tindakan kekerasan. “Motor anak saya ditendang, kemudian mukanya dipukul dan dadanya ditonjok. Waktu itu dia sampai sesak napas dan langsung dibawa berobat,” ungkap Erah, ibu korban.
Meski laporan telah disampaikan ke Polres Sukabumi, Erah mengaku hingga kini belum menerima kejelasan terkait tindak lanjut kasus tersebut. Ia menyebut sudah tujuh bulan berlalu sejak laporan dibuat, namun belum ada perkembangan yang signifikan.
“Sudah tujuh bulan kami menunggu. Bukti-bukti juga sudah diserahkan, tapi sampai sekarang belum ada kabar kelanjutannya,” ujarnya.
Kekecewaan itu juga disampaikan Erah melalui unggahan yang beredar di media sosial Facebook. Dalam pesannya, ia memohon perhatian dari berbagai pihak agar kasus yang menimpa anaknya segera ditangani secara serius.
“Saya mohon kepada Bapak Kapolres, Bapak Gubernur Jawa Barat, dan juga Bapak Presiden, kami hanya rakyat kecil yang butuh keadilan. Anak saya jadi korban, kami berharap kasus ini segera diselesaikan,” tulis Erah dalam unggahan tersebut.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat segera memberikan kepastian hukum, sekaligus memastikan keadilan bagi anaknya yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.






