LINGKARPENA.ID | Kepala Unit Penegak Hukum Satuan Lalulintas (Kanit Gakkum) Polres Sukabumi Kota, Ipda Jajat Munajat akan segera menatapkan tersangka kasus kecelakaan maut Mobil Xpander Tabrak Angkot Sukaraja dijalan RA Kosasih, Desa/ Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang merenggut 3 Nyawa.
“Kita sekarang sudah hampir Finish dalam menentukan atau tahapan penentuan tersangka, karena ada beberapa kelengkapan dan persyaratan yang dibutuhkan yakni keterangan dari Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Mitsubishi dari Jakarta yang akan dilaksanakn besok Selasa, (27/09/2022), kata Jajat kepada Lingkarpena.id, Senin (26/09/2022).
Lanjut dia, pihkanya juga akan segera menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan selanjutnya pemenuhan berkas setelah lengkap akan dikirim langsung ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi yang ada diwilayah Cibadak.
“Adapun Dinas Perhubungan saat melakukan pemeriksaan Ramp Check Mobil Xpander, Dishub hanya melakukan Ramp Check onderdilnya dan bagian fisik lainnya yang hasilnya menyatakan rem berfungsi dengan baik. Namun Dishub tidak bisa mendeteksi bagian sensor rem kendaraan karena pihak ATPM Mitsubishi yang mempunyai alat tersebut apakah remnya berfungsi dengan baik atau sebaiknya,” ungkapnya.
Dijelaskan Jajat, hingga saat ini Kepolisian masih berkoordinasi dengan pihak rumah sakit karena terduga pelaku masih dirawat di rumah sakit swasta di Sukabumi dengan kondisi kesehatan berangsur baik tetapi kondisi psikis masih dalam pengawasan dokter lantaran kejiwaannya dalam keadaan syok.
“Dari awal kita susah melakukan pemeriksaan tes urine dan zat yang terkandung di terduga EH (71) yang disuga sebagai penyebab kecelakaan maut merenggut 3 orang meninggal dunia, dengan hasil pemeriksaan negatif dan terduga dalam keadaan baik hanya sesak nafas akibat terkena benturan dan syok jika ingat kejadian itu drop lagi makanya tim dokter rumah sakit memohon kepada kami untuk melakukan pemantauan, pemeriksaan dan perawatan terhadap EH,” jelasnya.
Masih kata Jajat, dugaan sementara kecelakaan maut ini akibat dari kelalaian pengemudi Xpander. Untuk sementara dugaannya mungkin adalah dari dugaan kelalaian, namun pastinya nanti setelah ada pemeriksaan atau Ramp Check yang akan diperiksa oleh ATPM Mitsubishi berkenaan dengan fungsional dari mesinnya.” pungkasnya.






