LINGKARPENA.ID | Opak ketan sudah lama dikenal sebagai kudapan khas masyarakat Pajampangan, wilayah Sukabumi bagian selatan. Di daerah ini, banyak pengrajin yang masih mempertahankan tradisi pembuatan opak secara turun-temurun. Salah satu yang cukup populer adalah Kedai Opak Si Abah, yang berlokasi di Kampung Mekarjaya RT 01/03, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Kedai oleh-oleh ini dikenal luas sebagai destinasi favorit warga lokal maupun wisatawan yang ingin membawa pulang camilan khas Jampang. Sejak berdiri 13 tahun silam, Kedai Opak Si Abah terus berkembang dan menjadi salah satu ikon UMKM unggulan di wilayah Pajampangan.
Menurut Yulianti (32), putri pemilik kedai, hingga kini warung oleh-oleh keluarganya tidak pernah sepi pengunjung. Setiap hari selalu ada warga yang datang membeli opak atau kudapan khas lainnya.
“Alhamdulillah, omzet penjualan stabil. Bahkan saat ini mengalami kenaikan karena banyak warga yang menggelar hajatan,” ujar Yulianti kepada Lingkarpena.id, Minggu (19/10/2025).
Ia menjelaskan, Kedai Opak Si Abah kini memberdayakan sekitar 20 orang pengrajin opak dari wilayah sekitar. Para pengrajin mendapatkan bahan baku berupa beras ketan dari pihak kedai, dan hasil produksinya langsung dibeli kembali oleh pihak pengelola.
“Setiap pengrajin kami beri pinjaman bahan baku. Nanti saat pembayaran ada sistem pemotongan sesuai kesepakatan,” tambahnya.
Selain opak ketan, Kedai Si Abah juga menyediakan berbagai kudapan tradisional khas Pajampangan seperti gurandil, kelontong, ranginang, dan rangining, yang semuanya diproduksi oleh warga lokal.
“Harga opak per buahnya antara Rp800 hingga Rp1.000, tergantung ukuran dan bahan yang digunakan,” ungkap Yulianti.
Salah satu pembeli, Rahmat, wisatawan asal Bogor yang ditemui di lokasi, mengaku selalu menyempatkan mampir ke Kedai Opak Si Abah setiap kali berkunjung ke Pajampangan.
“Saya memang sudah niat kalau ke Pajampangan pasti mampir ke sini. Dikasih tahu teman, katanya opak Si Abah rasanya tak ada lawan. Setelah saya coba, ternyata benar—gurih dan renyah,” ujarnya.
Dengan memberdayakan masyarakat sekitar dan tetap menjaga cita rasa tradisional, Kedai Opak Si Abah menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu bertahan dan tumbuh di tengah perubahan zaman. Kedai ini bukan hanya tempat membeli oleh-oleh, tetapi juga simbol ekonomi rakyat yang berakar pada kearifan lokal Pajampangan.






