LINGKARPENA.ID | Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri, menghadiri kegiatan Sinergitas Kewilayahan Wilayah VI Pajampangan yang digelar di GOR Surade, Selasa (25/11/2025).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, dan dihadiri para camat, kepala UPTD, kepala desa, serta unsur perangkat daerah terkait.
Saat diwawancara lingkarpena.id Herdy menegaskan bahwa visi Sukabumi Mubarakah harus diwujudkan melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digerakkan dari potensi di kecamatan dan desa. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat pembiayaan pembangunan daerah.
“Kecamatan dan desa harus mampu menggali potensi wilayahnya. Reklame, layanan usaha, dan potensi lokal harus dioptimalkan,” ujar Herdy.
Ia menegaskan, sinergitas kewilayahan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan langkah antara camat, kepala desa, serta Bapenda.
“Untuk membangun kita butuh percepatan. Salah satunya melalui sektor pajak daerah yang tidak hanya PBB, tetapi juga banyak sektor lain yang bisa mendorong PAD,” jelasnya.
Herdy menambahkan bahwa peningkatan PAD akan kembali dirasakan oleh masyarakat melalui alokasi anggaran seperti dana desa dan dana bagi hasil (DBH).
“Semakin besar pendapatan kita, maka dorongan anggaran terhadap desa akan semakin tinggi,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Herdy turut menyosialisasikan program inovatif PASTEL ISI (Pasar Pelayanan Pajak Teladan dan Terintegrasi) yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan perpajakan daerah.
Ia juga menyinggung potensi besar wilayah Pajampangan, khususnya sektor pertanian dan pariwisata yang saling mendukung.
“Kalau pariwisatanya maju, maka sektor pertanian juga ikut terdorong. Wisata tidak mungkin berjalan tanpa makanan dan minuman, sehingga ini menjadi ekosistem yang harus dikelola bersama,” katanya.
Apresiasi untuk Masyarakat Pajampangan dan Desa Wanasari
Herdy memberikan apresiasi terhadap kepatuhan masyarakat Pajampangan dalam program Gebyar SiPenyu. Ia menyebut, tingkat kepatuhan masyarakat justru lebih tinggi dibanding wajib pajak besar.
“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Pajampangan yang sangat luar biasa. Mereka justru lebih patuh dibanding yang besar-besar. Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan untuk kemajuan wilayah Pajampangan,” ungkapnya.
Selain itu, Herdy memberikan penghargaan khusus kepada Desa Wanasari, yang menjadi salah satu desa paling aktif dalam mendukung peningkatan PAD hingga memperoleh penghargaan berupa satu unit sepeda motor.
“Desa Wanasari selalu aktif, dan ini membanggakan. Ke depan, mereka perlu melengkapi data potensi secara menyeluruh—mulai dari PBB, PBJT, listrik, kendaraan, pajak makan minum, reklame, bahkan air tanah. Dengan data lengkap, desa akan lebih mengetahui potensi riil yang dimiliki,” tuturnya.
Herdy menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa penguatan data, kolaborasi, dan kesadaran pajak dari desa hingga kecamatan adalah fondasi untuk mempercepat pembangunan di wilayah Pajampangan dan Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan.






